Semuanya bermula dari literasi baca-tulis. Itu artinya “membaca” dan “menulis”. Kita membaca buku (teks) dan bukan buku (alam semesta). Kemudian kita menuliskan kembali apa yang kita baca. Setelah itu kita akan berdaya. Kualitas kita akan meningkat sebagai manusia.

Jadi literasi adalah upaya atau kerja keras kita agar kulitas hidup kita meningkat. Selamanya kita jangan mau jadi babu, selamanya kita jangan mau jadi kerbau dicocok hidung, selamanya kita jangan mau ditindas. Kita harus beraya. Kita harus mandiri. Kita harus bermartabat.


Saran saya, mulailah memikirkan menyediakan sebuah ruangan untuk rak dan buku-bukunya. Literasi keluarga adalah awal langkah kita menuju kualitas manusia yang berdaya.
Gol A Gong – Duta Baca Indonesia



