Puisi itu tidak bisa memuaskan semua orang. Tuliskan saja isi hatimu agar lega. Selamat menikmati puisiku kali ini:
KELUARGA AYAM
Anakku, pagi ini ayam tidak berkokok
Matahari tetap bersinar di sela-sela pohon
Kita membiarkaan pagi yang indah pergi
Anakku, mari kita tengok keluarga ayam
Sesama makhluk Tuhan harus saling menolong
Bawakan buah-buahan untuk yang sakit
Kalau perlu kita panggilkan dokter
Anakku, kita doakan esok hari tetap indah
Ayam berkokok bersama sinar matahari yang hangat
Serang 2 Agustus 2022

MAWAR
Ibuku seperti mawar
dia berduri tapi harum
jika kamu baik harumnya terasa
jika kamu jahat durinya menusukmu
jadilah baik
karena aku ingin harum mawar
Jakarta, 10.8.24

SINGA
Ayahku singa
Kamu melihatnya takut
Padahal ayahku baik
Dia akan menggigit
jika aku disakiti
Jakarta, 10.8.24

BINTANG
Aku punya adik
Dia baik seperti bintang
kecil cahayanya
tapi sangat dibutuhkan ketika gelap
untuk petunjuk arah
begitulah adikku
dia selalu ada jika aku bersedih
Jakarta, 10.8.24

LAUTAN
Aku ke pantai bersama ayah
Diajarinya berenang di laut
Kata ayah, “Hidup seperti lautan
Ada ombak dan ikan hiu yang mengancam.”
Ayah menyuruhku belajar
Kepada lautan
Jakarta, 10.8.24


*) Gol A Gong; antologi puisinya; Dunia Ikan (2010), Membaca Diri (Gong Publishing, 2013), Kota yang Ditinggalkan Penghuninya (Gong Publishing, 2016) , Kutanam Matahari di Halaman Rumah Kita (Gong Publishing, 2017) dan Air Mata Kopi (Gramedia, sepuluh besar “Hari Puisi Indonesia” 2014). Sekarang Duta Baca Indonesia, 2021-2023

PUISI ANAK: Mulai Mei 2024 ada kategori baru, yaitu Puisi Anak yang ditulis oleh anak-anak. Terbit setiap hari Selasa. Silakan mengirimkan 3 – 5 puisi tematik. Sertakan foto diri dan gambar atau foto ilustrasi untuk mempercantik puisi-puisinya. Tulis bio narasi dan pengantar puisinya secara singkat. Kirimkan ke email : golagongkreatif@gmail.com dan gongtravelling@gmail.com. Dengan subjek Puisi Anak. Ada uang pengganti pulsa Rp 50.000,-. Sertakan nomor WA dan nomor rekening banknya.


