Baiklah, Anda mungkin harus membayangkan dari tahun 2013 sampai sekarang taruhlah 50 buku perhari dikali 365 dan kalikan kembali dengan angka (10 tahun) hasilnya 182.500 eksemplar itu jumlah buku yang sangat banyak sekali. Dan itu hanya jumlah minimum yang penulis ambil.

Jika dikomersilkan oleh pihak Kresna Kampung Inggris dengan membagi royalti antara penulis buku dan pemilik materi. Taruhlah hitungan satu buku hanya menghabiskan 12 ribu rupiah. Dan keuntungannya 10 ribu dari satu buku kalikan 50 buku. Kalikan kembali 10 tahun. Hasilnya 1,8 miliar.

Itu adalah jumlah yang sangat manis untuk dibayangkan. Beruntungnya, pihak Kresna Kampung Inggris tidak ambil pusing materinya yang ditulis oleh Sam tersebar ke seantero daerah di Indonesia—dan dijadikan sebagai ladang pahala. Itu adalah jempolan.
Sebelum tulisan tangan grammar Sam Abdullah Mutaqin member Planet English 36 ada pula yang menulis lebih dulu materi grammar Kresna yang juga dikomersilkan. Bersampul karton hijau yang ditulis oleh Eka Novita H pada 11 Oktober 2011. Member Planet English 23.
Tulisan tangan Eka Novita H memang lebih tebal dari milik Sam Abdullah Mutaqin, tetapi tulisan Sam yang paling laku keras, sebab harganya lebih murah selisih 3 ribu dan tulisan Sam disebut oleh pedagang bukunya edisi baru.

Sebetulnya, penulis ingin melakukan reportase investigasi lebih mendalam soal sejarah buku legendaris dari Kresna Kampung Inggris ini. Namun sangat disayangkan, penulis tidak punya banyak waktu untuk itu.
Hanya beberapa narasumber yang ditanyai keterangan soal ini. Baik itu pedagang, guru yang pernah mengajar Sam Abdullah Mutaqin dan beberapa narasumber pelengkap lainnya.*
Serang, 11 April 2023



