Semua dimasak dengan minim minyak. Alasan pertama adalah demi kesehatan, kedua adalah aku tidak suka masakan basah berminyak, dan ketiga adalah penghematan karena aku pakai minyak kelapa.
FYI minyak kelapa harganya dua smpai tiga kali minyak sawit, tapi mungkin susah dipercaya kalau konsumsi di rumah sebulan nggak sampai dua liter. Bukan hanya sekarang-sekarang ini tapi sudah berjalan beberapa bulan.

Aku selalu percaya, memasak pun bisa bijak menggunakan bahan-bahan dan berdampak penghematan. Kecuali bagi yang perfeksionis harus selalu didampingi kehadiran gorengan renyah dengan bahan-bahan lengkap dan bumbu medok. Itu sih pilihan, ya. No debat laah. ![]()

Begitulah kisah seporsi nasgor buah naga, yang hanya kubuat sesekali biar nggak bosen. Cukuplah asmara saja yang pinky. Eh isi dompet juga, karena lembaran uang nominal paling besar negeri ini tampak pinky di mataku. Masya Allah. ![]()

Sehat-sehat selalu ya, teman-teman. ![]()


