Aku memberi pemmbekalan kepada mereka. Aku termenung (bukan kaget lagi), ketika mereka menganggap ketrampilan menulis itu tidak penting dimiliki seorang duta baca.

“Kami ini motivator. Kami berkampanye membaca. Syukur-syukur masyarakat mengikuti saran kami,” begitu kata mereka.

Saya mengingatkan, agar setiap Duta Baca di Daerah jangan merasa hanya jadi motivator saja, tapi barengi dengan ketrampilan menulis. Dan menulislah agar Jadi Tauladan.
Gol A Gong


Halaman: 1 2

