Kepada semua yang membaca, giginya dijaga. Jangan terlalu sering makan-minum dari panas ke dingin. Dan rjin gosok gigi.
Di Meja Makan: Sarapan yang Lembut

Dunia Kata, Dunia Imajinasi

Kepada semua yang membaca, giginya dijaga. Jangan terlalu sering makan-minum dari panas ke dingin. Dan rjin gosok gigi.

Sore ini aku janjian sama relawati yang bertetangga denganku, yang jarang bertemu karena sama sibuknya. Ia akan nimbrung mengajar, bahkan menitipkan uang yang lalu kubelikan makanan ringan untuk anak-anak ini.

Aku yang keras kepala mendebat dan bertanya lebih dulu, sedangkan hubby punya kesempatan latihan presentasi dengan aku sebagai teman bertanding, mendengar dan menanggapi pro dan kontra.

Tias Tatanka – Pendiri dan relawan Rumah Dunia Aku sedang membereskan ruang kerja di Museum Literasi Gol A Gong ketika melihat setumpuk kertas yang mulai …

Tias Tatanka – Pendiri dan Relawan Rumah Dunia Mohon maaf ya jika aku posting foto ini, bukan bermaksud pamer romantisme. Cuma mau menyimpan tulisan, penanda …

Cuma aku lebih sering menyimpan masakan jadi di kulkas atau freezer. Saat perlu masak cepat, sudah ada stok makanan yang siap olah atau malah siap saji.

Kalau ikut Kelas Menulis Gol A Gong bukan sekadar belajar menulis, tapi juga belajar banyak hal tentang kehidupan.

Rumah Dunia berdiri sejak 1998. Tias Tatanka adalah pendiri sekaligus relawan pertamanya.

Setiap sore aku rutin jadi relawan Rumah Dunia. Itu sudah aku lakukan sejak 1998. Kini anak-anak kecil itu sekarang sudah jadi ibu-ibu. Kini giliran anak-anaknya. aku serasa jadi nenek dan cucuku jadi banyak.

Rumah Dunia itu unik. Keberadaannya diapi komplek kelas menengah dan kampung tradisional.

Tias Tatanka – Relawan Rumah Dunia… pun pada pintu rumah kita,di mana kebebasanku mengembara. Aku lupa ini puisiku yang judulnya apa. Hahaha. Seingatku draftnya ditulis …

Aku bersyukur dari dulu nggak peduli apa kata orang yang judes lidahnya. Apa pun kata orang, selama jalan yang kutempuh di Rumah Dunia masih baik dan hubby mengizinkan, insyaallah aku teruskan.

Duduk ngopi dan baca buku di beranda rumah adalah kenikmatan tiada tara.

Aku bilang sebenarnya cape hampir tiap hari harus ngadepin mereka. Tapi aku mau melakukannya karena aku pengin mereka merasakan dan menjalani senangnya belajar dan berkreasi sebagaimana anak-anakku dulu.

Waktu bergerak cepat. Usia bertambah, organ tubuh melemah. Termasuk gigi. Makanan pun harus yang lembut.

Rumah Dunia bagai oase di padang pasir. Ketika semua berubah jadi tempat usaha, Rumah Dunia dengan luas 3000 meter diperuntukkan buat anak-anak bermain.

Calistung – baca tulis hitung, bagi anak-anak di Rumah Dunia harus dikombinasikan dengan bermain.