Senyum Sumringah Direktur Untirta Press

Ini senyum bersejarah dari Direktur Untirta Press. Pada World Book Day, 23 April 2012 di Komunitas Rumah Dunia , Firman Venayaksa meluncurkan buku kumpulan cerpen berjudul “Ting Bating” (Gong Publishing, 2012).

Di foto tampak Toto St Radik – Penasihat Rumah Dunia dengan penuh senyuman, secara simbolik menyerahkan tanda bukti berupa “cover berpigura” kepada Firman yang juga tersenyum. Saat itu Firman masih sebagai Presiden Rumah Dunia, 2010 – 2015.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Para Tutor di Rumah Dunia Sejak 1998 – 2020

Rumah Dunia dimulai di garasi rumah, pindah ke teras rumah pada 1998. Saat itu Tias Tatanka yang membacakan dongeng kepada 2 anak kami yang masih balita – Nabila Nurkhalishah (1 tahun) dan Gabriel masih di kandungan. Saya saat itu bolak-balik Serang – RCTI di Kebon Jeruk.

Tahun 2000 kami berhasil membebaskan tanah seluas 1000 m2 di halaman belakang rumah. Kami membangun pendopo di tengah kebun. Tias terus saja mendongeng kepada anak-anak kecil di kampung Ciloang sambil menyusui putra kedua, Gabriel Firmansyah. Saat itu suasananya lebih pada mendongeng dan bermain. Kami ingin Nabila dan Gabriel tumbuh di lingkungan literasi yang sehat.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Mimpi Membangun Tradisi Baca-Tulis di Banten

Di jalan kereta api Penancangan, Kota Serang, 1990. Toto St Radik, Rys Revolta (ditemukan terapung di pantai Sirih, Anyer, Serang, 2004), dan Gol A Gong. Mereka membangun mimpi yang besar, tumbuhnya peradaban baru di Banten, yaitu tradisi membaca-menulis! Bahkan bangku kuliah pun mereka tinggalkan. Mereka bermuara di Komunitas Rumah Dunia pada tahun 2000. Itulah persamaan mereka saat itu, senasib sepenanggungan, meninggalkan kuliah dengan alasan heroik…

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Sisi Lain Penulis, Pada Ahirnya Mengabdi

Mimpi kami – saya (FASA UNPAD Bandung), Toto St Radik (STKS Bandung), dan almarhum Rys Revolta (FASA UNPAD Bandung) terlalu besar – ingin membangun tradisi membaca-menulis di Banten, sehingga kuliah pun kami tinggalkan. Mimpi Rys terwujud di Komunitas Rumah Dunia sebelum ditemukan tewas di pantai Sirih, Anyer, Serang 2004. Kematian Rys – sebagai wartawan, masih menyimpan misteri bagi kami.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5