Penulis pemula di Indonesia sering mengabaikan peristiwa di sekelilingnya. Jika ada tabrakan lalu-lintas, maka mereka hanya melihat tabrakan saja. Tapi jika saya tidak sekadar melihat, tapi menemukan sesuatu di balik tabrakan. Sesuatu yang bisa jadi ide cerita menulis novel.


Peristiwa yang terjadi di depan saya tidak saya biarkan. Saya harus menemukan sesuatu di balik peristiwa itu. Maka saya menggunakan teori jurnalistik. Saya fungsikan unsur berita 5W plus 1H.

Saya harus melakukan wawancara dengan orang-orang di lokasi peristiwa itu. Bisa para saksi, polisi, dan pelakunya. Tiba-tiba saja saya bisa menemukan ide cerita dari si supir, korban, polisi, para saksi, dokter, atau perawatnya.


