Ketika tangan kiri saya harus diamputasi ada 1974, orang-orang di sekitar saya cemas dengan masa depan yang suram sebagai orang cacat. Keluarga saya saat itu melawan mitos, bahwa jika memiliki anak cacat berarti aib.

Beruntung kami tinggal di Komplek Guru, persis di Jalan Yusuf Martadaliga, sebelah selatan alun-alun Kota Serang. Di areal itu ada Komplek Kejaksaan dan Komplek Guru. Juga berderet kantor Dinas PU, Kehutanan, dan Perpustakaan Kabupaten.

Di timur sekolah SKKP, di utara SPG, dan SDL. Di barat ada rumah sakit. Sebelah utara alun-alun di mana di setiap sisinya ada gedung karesidenan, kantor pos, pendopo bupati, Markas Kodim, serta banyak rumah Kepala Dinas.



