Saat mau buka gerbang, pak tukang bangunan yang sedang mengerjakan proyek Museum Literasi Gol A Gong melapor, tadi ada anak-anak ngumpul, nyari Ibu Tias. Haduh, aku merasa agak bersalah.
Sampai pendopo hanya ada lima enam anak. Baiklah, berapa pun jumlahnya, acara tetap diselenggarakan. Seperti biasa, anak-anak berteriak saling mengabari kegiatan dimulai. Bahkan ada yang meyakinkan Ibu Tias juga hadir. Hahaha.

Lucunya lagi, ada anak yang protes karena aku bilang libur. Hadeeh, pasti tahu dari emaknya yang anggota WAG.
Seperti biasa, mereka menggambar dulu dengan tema tertentu. Kali ini temanya “ayah, bapak, atau kakek”. Aku harus memancing sosok ayah, bapak, atau kakek mereka. Baju apa yang sering dipakai, bertopi atau berpeci, benda apa yang sering dibawa saat bekerja, kendaraan yang sering digunakan, atau kebiasaan yang diingat oleh anak-anak itu.



