Dua puluh satu tahun lalu aku melakukan hal sama, bahkan dengan rentang waktu yang lebih lama, dengan murid-murid seusia ibu anak-anak ini. Ada beberapa ibu mereka yang menjadi muridku dulu. Masya Allah, time flies …
Aku anggap ini seperti memulai Rumah Dunia di awal. Tentu dengan kondisi dan fasilitas yang jauh lebih baik. Aku tidak saja ingin bernostalgia, tapi ada dorongan energi yang menemukan katup waktunya. Saat sekarang anak-anak kami sudah dewasa, saat kami lebih sering tinggal berdua, dan aku bisa konsentrasi lagi mengajar.

Biasanya aku membawa kantong makanan untuk hidangan. Aku tidak heran ketika ada yang memberanikan diri bertanya, apakah ada kue hari ini. Kujawab aku sudah menyediakan jajanan untuk mereka.
Aku tidak peduli jika dibilang memanjakan anak orang, karena mereka adalah tamu-tamu kecil yang sedang belajar. Lagipula, harga jajanan dengan momen kebersamaan dengan anak-anak itu sangat jauh untuk dibandingkan.

Beraktivitas bersama mereka seperti mengisi ulang daya hidupku.



