Rumah Dunia itu unik. Keberadaannya diapi komplek kelas menengah dan kampung tradisional.
Essay: Kami Membangun Rumah Dunia Sebagai Muara

Dunia Kata, Dunia Imajinasi

Rumah Dunia itu unik. Keberadaannya diapi komplek kelas menengah dan kampung tradisional.

Hubby sendiri telah beberapa kali menuliskan kisah perjalanannya, bahkan sampai sekarang pun demikian, dengan perjalanan yang kini lebih banyak dibalut kegiatan literasi.

“Satu dengan tangan saya, satunya lagi dengan tangan Tuhan,” Kira-kira gitu deh jawaban Gol A Gong saat ditanya bagaimana bisa dia jadi bckpacker.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT dan Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Flores Timur untuk dapat memberikan penugasan khusus kepada guru penggerak untuk mendampingi anak-anak korban erupsi gunung Lewotobi.

Tim kolaborasi yang terdiri sejumlah organisasi ini, bergerak dari Sekretariat PGRI Kabupaten Flores Timur yang berlokasi di jalan Ahmad Yani, RT 17, RW 004 Kelurahan Sarotari Tengah, Kecamatan Larantuka

Olahraga bukan hanya sebatas hobi atau kesukaan bagi sebagian orang. Jauh dari itu, olahraga memiliki peran penting untuk menjaga daya tahan tubuh dan stamina yang prima.

Meja makan kami besar untuk 10 orang, menempel ke dinding belakang. Bapak, emak, kami anak-anaknya berlima, dan 3 keponakan Emak yang ikut bersama kami.

Aku ceritakan janjiku kepada Tuhan. Sudah puluhan buku aku tulis dan disinetronkan. Tias memintaku segera mewujudkan janjiku kepada Tuhan.

Olahraga badminton selain membuat tubuhku sehat dan berprestasi, juga selalu berpikir logis jika menghadapi masalah.

Generasi rebahan itu berbahaya bagi kesehatan. Ayo, bergerak.

Saya mendapatkan kesempatan untuk mewawancarai petugas penjaga palang pintu Kereta Api yang berlokasi di Kemang Pusri, Kota Serang. Jalur ini sudah jadi jalan alternatif.

Tias Tatanka – Relawan Rumah Dunia… pun pada pintu rumah kita,di mana kebebasanku mengembara. Aku lupa ini puisiku yang judulnya apa. Hahaha. Seingatku draftnya ditulis …

Anda memiliki kekurangan dalam hidup? Miskin? Cacata? Jangan melulu melihat ke atas. Lihat ke bawah. Masih banyak yang lebih menderita daripada kamu.

Menulis novel, tanpa kita sadari, banyak ditemukan kata-kata mutiara oleh para pembaca. Kemudian merka jadikan quote di medsos sehingga jad instagramale.

Sudah setahun saya membangun Museum Literasi Gol A Gong. Ini rumah kedua untuk menyimpan buku, yang dari hari ke hari semakin banyak saja. Di raeal …

Kalau sedang traveling, apa yang kamu lakukan? Menjelajah kota alias city tour? Bagaimana dengan kulinernya? Saat pertukaran mahasiswa di Universitas Gorontalo, saya menikmati kulinernya.

Hampir setiap seminggu sekali, bersama Perpusnas RI mendatangi kota-kota, memberi pelatihan menulis dan menggelorakan “Membaca Itu Sehat, Menulis Itu Hebat”.