Realitas bahwa orang yang dekat dengan buku tidak koheren dengan tradisi menulis, memang sering saya temukan saat memberi pelatihan. Ya, banyak para guru Bahasa dan Sastra Indonesia, yang tidak gemar membaca apalagi menulis. Begitu juga para penelola TBM (Taman Bacaan Masyarakat) yang hanya senang seminar atau menggelar buku
Rak Buku di TBM Tidak Koheren dengan Tradisi Menulis Pengelolanya

















