SEMUA ARTIKEL OLEH:golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Menampilkan: 460 - 476 dari 6,534 HASIL

Jangan Mewariskan Generasi yang Lemah

Secara keseluruhan, tidak mewariskan generasi yang lemah berarti menyiapkan generasi muda dengan segala sumber daya yang mereka butuhkan untuk sukses. Ini termasuk pendidikan yang baik, pengembangan karakter, kesehatan fisik dan mental, serta keterampilan yang relevan untuk menghadapi dunia yang terus berubah. Mewariskan generasi yang kuat bukan hanya tentang individu, tetapi juga tentang membangun masyarakat yang lebih baik, lebih tangguh, dan lebih berdaya.

Sarapan Kata 12: Simulakrum

Sarapan kataku kali ini sedang menyoroti pengunduran diri Gus Miftah (kata netizen, “Jangan panggil Gus lagi!) Nah, tulisan simulakrum ini mencerminkan kritik terhadap masyarakat modern yang sering kali terjebak dalam ilusi dan manipulasi, baik dari diri sendiri maupun dari pengaruh luar seperti media. Awas, simulakrum terjadi di sekeliling kita!!

Siapa Duta Baca Indonsia 2026-2030

Saran saya, sebaiknya memang ada organisasi atau komunitas yang mulai merekomendasikan jagoannya untuk menggantikan saya sebagai Duta Baca Indonesia untuk masa jabatan 2026-2030. Di situ bersaing program. Misalnya Forum Taman Bacaan Masyarakat, Forum Lingkar Pena, GPMB, IPI, Forum Penerima NJDP, dan komunitas lainnya. Perpustakaan Nasional membentuk Panitia Seleksi seperti biasanya dan menjarring mereka.

Awalnya Rumah Dunia Tempat Bermimpi 3 Lelaki yang Ingin Banten Maju

Tias bercerita lagi, “Sebelum menikah Mas Gong sudah meminta izin, kalau mendapatkan rezeki berlebih dari royalti buku dan film akan digunakan untuk membangun gelanggang remaja yang sekarang dikenal dengan nama ‘Rumah Dunia’. Itulah sebabnya Mas Gong menulis ‘Rumahku Rumah Dunia, Kubangun dengan Kata-kata’ karena memang kami hidup dari kata-kata.”

Sastra itu Bohong

Kemudian “sastra itu bohong” secara ekstrinsik terhubung ke penulisnya. Kadang si penulis secara moral menggebu-gebu memperjuangkannya di dalam prosa dan puisi yang ditulisnya, tapi pada kenyataannya si penulisnya bobrok moralnya. Dia melakukan hal yang bertentangan ditulis di prosa-puisinya. Kadang para penuli berkiblat pada “pengarang sudah mati”. Karyanya saja yang dibahas, jangan penulisnya. Itu hal yang bebeda.

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==