Puisi Minggu: 5 Puisi Bara Pattyradja Tentang Lamaholot

1.
Puisi Bara Pattyradja:
TARADA CINTA SELAIN KAU

Aku bersaksi
tarada cinta selain Kau
dan kaki rindu yang datang padaku bertubi-tubi adalah utusan-Mu

Maka terimalah belis magisku
lidah gading puisi
yang abadi
melampaui hidup mati kata-kata
di dada penyair ufuk timur
yang telah menulis prosa gombal
pada bandul sejarah barat
yang nisbi

Aku bersaksi
tarada cinta selain Kau
dan tangan dingin gaib
yang berkali-kali merebut hatiku adalah pesuruh-Mu

Maka terimalah ketipaku
mata penaku
rima koda yang bersemayam
di jantung bunyi
dedah sirih pinang di lidah Ina
yang tak pernah lelah
merapalkan air susu ibu

Oremio
dari lupa ke dupa
aku bersaksi
tarada cinta selain Kau
dan bibir merah delima
yang berulang mengail mata
adalah umpan-Mu
yang paling purba

Aduh mama sayang e
bayangmu terlalu kece badai
hingga aku jatuh tertombak
harum rambutmu
kau buat otakku megap-megap mengeja rahasia semesta

Oremio
Kau kalam bernyawa
dalam larikku
Kau noktah cahaya
di gelap malam jagaku
Kau bintik mata air
di terik siang hariku
Kau desir angin
digigil nafasku
Kau majas yang pejas
ema go matan’ek

Aku bersaksi
tarada cinta selain Kau
dan lirih rentu
yang mengalun merdu di kalbuku adalah suara-Mu

Maka terimalah
telinga jagung metafisisku
di sunyi uak tukan wai matan
Kau buat aku mabuk
merengguk cangkir arak Rumi
menari dalam rubayat Omar Khayyam
Kau buat aku tenggelam
ke dasar mahabbah Addawiyah

Lein lau weran rae
kau lego-lego
yang meluruhkan ego
hikun teti wanan lali
kau sole oha para pecinta
yang memburu jalan pulang

Oh Kekasih
aku bersaksi
tarada cinta selain Kau
dan seluruh cahaya dipejam mataku
adalah kandil-Mu

2023

*Tarada: tak ada *Belis: mahar
*Uak Tukan : Titik nol kilometer sebuah kampung dalam terminologi budaya Lamaholot
*Wai Matan: sumber mata air *ema go matan’ek: Duh mama saya mati e
*Ketipa: perkakas mas kawin *Oremio: ungkapan penegasan
*Rentu: gelang kaki yang memantulkan bunyi
*Lein lau weran rae: penjuru mata angin selatan-utara
Hikun teti wanan lali: penjuru mata angin timur-barat
*Lego-lego: tari berbalas pantun
*Sole Oha: tari berbalas prosa

2.

Puisi Bara Pattyradja:
DI SELAT SUBA

Apa yang paling kau rindukan?
dara jelita
ataukah darah manis
kerapu merah
yang menggodamu
di tengah gelombang buta
di mana mata pancingmu
senar samar
yang berdebur gamang
di malam puting beliung

Pada biru laut nuha eko
kita adalah ikan-ikan
yang tak paham rupa umpan
dan dua purnama sudah
nyaliku yang telanjang
hampir tenggelam
diseret arus suba
ke dasar koral
yang menyimpan candu kata kata

Apa yang paling kau rindukan?
riak air yang riang
ataukah puisi di mata penyair lugu
yang gagu
membaca cuaca

Kini aku mengerti
tak selamanya bulan perak
memendarkan cahaya
tapi juga mara bahaya

Di remang miang selat suba
perahu tanpa layar berarak cemas
angin sakal meniup tiba-tiba
membuat udara bergetar
dan pulau pulau memantulkan bayang-bayang suanggi
di kejauhan

Maut sedekat urat nadi

Tak ada keluh dan lenguh
di mulut Pune
kelasi dua ekor yang gugup
karena lupa mandi junub

Sauh masih karam
di karang
buli belum putus
sedang buih-buih mendidih
bagai kepiting rebus

Di geladak
Bedu Amang merapalkan
mantra-mantra hiu putih
tubuh Jou yang ceking
limbung digigil desir tali temali

Apa yang paling kau rindukan?
mata kail yang piatu
atau cinta yang yatim
di jangkar hidup kita

2023

  • *Nuha eko (sebuah pulau kosong yang berada di laut sawu) *Buli (tali yang dililit pada bagian bawah jangkar) *Suanggi (tukang teluh)

3.
Puisi Bara Pattyradja:

ADONARA TANAH MAHAR GADING
TAPI TAK PERNAH LAHIRKAN GAJAH

Adonara
tanah mahar gading
tapi tak pernah lahirkan gajah
Waiwerang-Witihama
bertabur bidadari beribu

Bila cinta yang biru
datang mengetuk pintu hatimu
sarungkanlah sebilah gading

Adonara
mata fajar bianglala
sorga yang terapung
antara Solor dan Lomblen

Bila hari berangsur malam
dan suara-suara mulai membisu
di kutub pulau
suluh di pucuk-pucuk layar
samudra yang kelam
menjelma riak penuh cahaya

Aku tak sedang berziarah di sini
telah kulalui upacara demi upacara
dan di telapak kaki ibu
aku temukan arti rumah

Maka kulupakan nama-nama
kulupakan kerling mata Nina
yang menghadangku
di teba-teba jalan
kulupakan harum parfum
kota-kota yang gaduh
di rahimmu yang purba
padang-padang terbuka
hutan hujan kemarau
meranggas berpuluh-puluh waktu

Adonara
tak ada mall dan supermarket di sini
tak ada sirkus politik
dan kebun binatang
ada hanya sebait teluh dan mantra
menyihir siang malamku
menjadi seribu puisi

Adonara
berabad kusangsikan riwayatmu
kusangsikan bahwa di tanahmu darah adalah air
bahwa perang adalah keberanian

Keberanian itu
bukan parang dan tombak
yang kau acung-acungkan
tapi laut tuak manismu
yang kuteguk bagai sajak
di gunung-gunung

Sebab hidup bermula dari kata
berakhir pada kata
tapi mengapa kau asah belati
dan matamu sengit seperti jagal

Adonara
bukan tangan kebal kelewang
yang menyentuh hatiku
tapi relung mata Ina
mata Ina yang tabah
mengayuh peluh di los-los pasar
tanpa keluh ia terus berjalan
menyanggah hidup yang kuyup
sambil mengingat wajah Ama
wajahmu yang pecah
di pucuk-pucuk bandar

Adonara
keberanian itu
bukan parang dan tombak
yang kau acung-acungkan
tapi laut tuak manismu
yang kuteguk bagai sajak
di gunung-gunung

Keberanian itu seperti wanita
di ranum dadanya
setiap laki-laki
mengibas sayap-sayap takdirnya

2013

4.
Puisi Bara Pattyradja
MASUKLAH

Dari kamus yang bengal
aku kirim puisi ini untukmu
agar dapat kau lunasi
rindumu pada kekata
di lugu mata majasmu
ada sebuah dunia
yang telah kubentangkan untukmu
hanya untukmu

Masuklah
tapi jangan berharap
menyaksikan wajahku
sebab aku tak tergambar
di dalamnya

Segala yang tak terduga
akan mendatangimu
serupa langit menemui bumi
ketika hujan menguapkan buih lautan

Hikmati bunyi
tik-tik pada jantung larik
yang bergema dalam aortamu

Peraslah rasa ingin tahumu
yang menyelubungi
tepian-tepian makna
karena darah dari desir puisiku
tak menyodorkan warna peristiwa

Masuklah
aku menunggumu
di balik pintu bahasa
masih dengan debar yang sama

2023

5.
Puisi Bara Pattyradja:
POST TRUTH

Ketakutan meninggalkanku
sesubuh ini
meninggalkan lidah, pikiran juga hati
yang terdengar dari mulut negeri ini
kini cuma risik buih
tak lagi kata beribukan bahasa

Orang-orang seperti kalap
sibuk berebut tanda
melumat habis makna
bahkan di dalam
kamusnya sendiri: Manusia

Dunia menjelma segala yang gaib
hantu-hantu virtual lebih nyata
dari nasib yang gamang

Tak ada yang meragu
tak ada yang benar-benar percaya
wayang disangka bayang
wajah sendiri

Puih!

Apalacur dunia
waktu yang coba dibekuk
ruang dan jarak melulu ditekuk
hingga kau dan aku, sayangku
bertekuk di kuasa entah apa

Hus! diamlah
dengar suara batin sendiri
puisi dari dalam Puisi

2019

TENTANG PENYAIR:

Bara Pattyradja, lahir di Lamahala, NTT, 12 April 1983. Mengajar dan melaut dalam keseharian. Sekali waktu bertandang ke kota-kota untuk merayakan puisi.

Bukunya yang telah terbit; Bermula dari Rahim Cinta, Republik Iblis, Samudra Cinta Ikan Paus, Pacar Gelap Puisi, Geser Dikit Halaman Hatimu. Bara juga menerbitkan buku genre semi biografi novel: Aku adalah Peluru (Mahabbah Connie Rahakundini Bakrie), Melukat Liang Luka (Kisah Inspiratif Lestari Moerdijat).

Mendirikan sanggar sastra Rumah Poetica Kupang (2007), Puitik Natur (2020), TasikBiru (2021) di pulau Adonara sebagai wadah kreatif anak-anak muda.

Menyelesaikan studi di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (2007), Sekolah Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Jakarta (2015). Saat ini bermukim di pulau Adonara.

PUISI MINGGU terbit setiap hari Minggu. Silakan mengirimkan 5 hingga 10 puisi. Sertakan foto diri dan gambar atau foto ilustrasi untuk mempercantik puisi-puisinya. Sertakan bio narasi dan pengantar singkat. Kirimkan ke email : gongtravelling@gmail.com . Ada uang pengganti pulsa Rp 150.000. Sertakan bank dan nomor rekeningnya.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

1 Komentar

  1. Mantap. Banyak muatan bahasa lokal. Semangat terus untuj berkarya. Dan untuk golagongkrearif.com, semoga konsisten menyebarkan puisi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==