Terdapat pesan yang filosofi dan mendalam pada liriknya jika mampu diinternalisasikan pada tiap pasangan sebagai usaha serta langkah awal untuk menjaga dan memperkokoh benteng peradaban di masa depan.
Tepuk Sakinah dan Pilar Peradaban

Dunia Kata, Dunia Imajinasi

Terdapat pesan yang filosofi dan mendalam pada liriknya jika mampu diinternalisasikan pada tiap pasangan sebagai usaha serta langkah awal untuk menjaga dan memperkokoh benteng peradaban di masa depan.

Kemudian mereka bersalaman, saling berbagi alamat dan nomor kontak, dan menikmati makanan dan minuman. Tawa mereka sangat bahagia ketika menyaksikan pohon puisi dihiasi puisi-puisi yang beraneka warna.

Oleh Setiawan Jodi Fakhar Dalam khazanah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), ibadah tidak hanya dimaknai sebagai ritual individual antara hamba dan Tuhannya, tetapi juga mencakup amal …

Sastra di Banten nggak cuma soal cerita dari mulut ke mulut. Ada juga sastra tulis yang bahkan sudah dibukukan dan tercatat rapi.

Buku fisik dan e-book bukan musuh, melainkan dua dunia membaca yang saling melengkapi antara kecepatan digital dan kehangatan kertas.

Ironi negeri ini: bicara Indonesia Emas 2045, tapi program literasi justru dikorbankan demi efisiensi. Mengapa selalu begitu?

Hari-hari belakangan ini kita dibuat terpana dengan omongan wakil rakyat yang mestinya membela rakyat, justru merendahkan rakyat. Pamer kekuasaan dan pamer kekayaan. Mereka memperjuangkan pendapatan mereka sendiri.

Ya, Allah! Kita meyakiti bahkan membunuh perempuan yang akan melahirkan ibu. Kenapa kita – kaum lelaki – begitu tega? Pisau, obeng, tali rapia, bantal, batu, cekikan, adalah ritual terakhir setelah menikmati tubuh perempuan. Begitu pengecut kita, kaum lelaki.

Perkembangan teknologi memicu kekhawatiran tentang eksistensi manusia. Namun, benarkah mesin akan menggantikan kita? Artikel ini membahas bagaimana manusia beradaptasi, berinovasi, dan tetap memegang kendali atas teknologi, menjadikan mesin sebagai ‘tangan kiri’ yang membantu, bukan menggantikan, peran manusia.

Catatan seorang seniman Flores Timur di forum teater internasional, tentang kesenian, dialog budaya, dan harapan bagi kemajuan daerahnya.

Pertanyaan “Gen Z sebenarnya bisa kerja nggak sih?” belakangan ini merebak di sosial media X. Cuitan singkat itu langsung diwarnai berbagai sudut pandang positif dan negatif terkait pengalaman mereka yang pernah bekerja sama dengan Gen Z.

Banjir tak hanya soal cuaca ekstrem, tapi juga krisis tata ruang dan rusaknya ekosistem. Artikel ini mengulas bagaimana kearifan lokal masyarakat adat seperti Baduy, Sasak, Bali, dan Betawi dapat menjadi solusi ekologis dalam menghadapi bencana banjir yang makin sering melanda kota-kota di Indonesia.

Apakah mesin bisa menggantikan rasa dalam kata? Baca esai tentang bahasa, empati, dan kemanusiaan di era AI

Esai reflektif yang menelusuri evolusi sastra Indonesia dari era Balai Pustaka hingga platform digital seperti Wattpad, membahas demokratisasi ruang publik sastra, tantangan kualitas, serta harapan terhadap masa depan literasi kritis dan transformatif di era digital.

Refleksi Hafis Azhari tentang tanggung jawab penulis, sejarah Indonesia, dan pentingnya rendah hati dalam berkarya sastra dan menyuarakan kebenaran.

Sebuah esai tajam tentang keterbatasan penyair yang hanya menulis puisi, pentingnya menguasai prosa, dan tantangan kreatif dalam menjelajahi bahasa secara utuh.

Melalui perumpamaan antara jendela rumah dan fungsi membaca, tulisan ini mengajak pembaca merenungkan pentingnya literasi sebagai cara untuk melihat dunia, menemukan diri, dan membuka cakrawala pengetahuan.