Tangan isteri itu seperti sentuhan tangan Midas. Semuanya jadi berubah emas. Begitu juga ketika menyeduh kopi. Terasa nikmat.
Kopi Rinjani Seduhan Istri

Dunia Kata, Dunia Imajinasi

Tangan isteri itu seperti sentuhan tangan Midas. Semuanya jadi berubah emas. Begitu juga ketika menyeduh kopi. Terasa nikmat.

Biasanya aku menyeduh kopi dengan air yang hampir mendidih. Setelah menunggu beberapa saat kopi yang diseduh itu mengapungkan bubuk kopi dan melepas kandungan gasnya, barulah aku aduk. Untuk kali ini aku ingin mencoba cara lain. Kopi bubuk Rinjani Coffee kusangrai dulu sebentar. Setelah itu kutuangkan air yang sudah direbus hampir mendidih.

Tak terasa jumlah yang harus dibayar melebihi bujet, membuatku mulai berpikir untuk mengurangi barang belanjaan. Kasir menanyakan apakah aku punya aplikasi Indomaret Poin. Kujawab ada di ponsel. Kasir memberitahu ada diskon sekitar 60 ribu Rupiah jika menggunakan aplikasi tersebut.

Untunglah driver paham perubahan alamat yang kutulis, dan menemukan titik antar baru. Akhirnya berhasil juga aku menikmati nasi kuning dari Nasi Koneng! Nasi yang pulen dan gurih, tempe keringnya enak, telur baladonya tidak terlalu pedas buatku. Ada sambal tambahan, jika ingin lebih pedas.

Menutup dan mengunci pintu atau jendela sebelum tidur bukan hanya tindakan pencegahan, tetapi juga simbol rasa tanggung jawab untuk menjaga kenyamanan dan ketenangan keluarga.

Ada banyak ragam cara mengemas dan menghias seserahan. Bahan yang digunakan pun beragam, sesuai dengan perkembangan teknologi dan mode. Perlu sekali bagi perajin hantaran untuk terus belajar dan mencari ide-ide baru. Ada banyak informasi dan contoh-contoh membuat seserahan yang bertebaran di internet.

Jika saya pulang, saya mendengarkan Tias, Nabila, dan Gabriel bercerita. Seru ceritanya. Misalnya tentang Nabila dan Gabriel yang melap;okan ada anak kelas 3 belum bisa membaca sedangkan kedua anak kami sudah bisa membaca. Atau cerita tentang “Istana Mainan” yang diisi mainan kedua anak kami yang sudah lama agar anak-anak kerasan. Tapi mulai menyusut karena dibawa pulang anak-anak kampung secara diam-diam.

Saran saya, para pasangan muda seperti Gen Z, honeymoonnya ke Taj Mahal di Agra, India saja. Kamu akan merasakan, betapa cinta agung Shah Jehan kepada istrinya – Mumtaz Mahal merasuki jiwa. Di kota ini kita bisa belajar tentang cinta suci. Saya sudah 2 kali ke sini dann masih merasakan hal sama.

Saat menikah tahun 1996, saya berjanji memberi Tias Tatanka mas kawin “membangun perpustakaan” dan “keliling dunia”. Sombong amat! Tapi, bismillah. “Dicicil!” janji saya. Mas kawin perpustakaan sudah saya lunasi dimana kita mengenalnya sekarang dengan nama Rumah Dunia. Nag, Gen Z, siap-siap dari sekarang. Menabung.

saya berusaha untuk sesering mungkin pacaran lagi bersama isteri; saya mengajak isteri makan di luar rumah, nonton film, atau saya serahkan kepada isteri apa maunya dia. Tentu bukan minta dibelikan mobil Alphard atau Lamborgini. Mana sanggup saya!

Di Plasindo cake and bakery ini tersedia juga perlengkapan ulang tahun, jadi praktis bagi yang sedang menyiapkan pesta buat anak-anak. Sekali datang bisa belanja keperluan ulang tahun.

Ini adalah pengalaman pertama. Ada 3 anak lagi yang mungkin saja secara beruntun akan menyusul ke pelaminan. Dua anak perempuan kami akan diambil lelaki yang entah siapa – tapi saya yakin Allah menyiapkan lelaki terbaik. Dua anak lelaki kami yang nanti akan mengambil anak perempuan orang. Sekarang sudah satu.

Tapi resolusi 2025 ini saya sudah bertekad memenuhi permintaan istriku, yaitu membeli springbed, yaitu kasur yang menggunakan pegas sebagai bahan utamanya, juga dilengkapi dengan lapisan busa, memory foam, atau latex.

Saat mendaftar, saya melihat pengumuman penawaran cek gula darah, kolesterol, dan asam urat. Harga masing-masing pemeriksaan sekitar lima belas ribu sampai dua puluh ribu rupiah. Ada paket ketiganya sekaligus seharga Rp 50.000,- saja.

Lengannya sengaja dibuat agak panjang sesuai permintaan hubby. Aksen segitiga adalah ambisiku, sedari kapan ingin menyelipkan segitiga semacam itu di baju yang kujahit. Ada empat segitiga melambangkan empat anak kami.

Melukis kembali sampul buku kesayangan seperti Jasper & Joop sangat menyenangkan. Tadi aku mencari figurin untuk dilukis, tapi ukuran buku miniku terlalu kecil untuk komposisi yang bagus. Lalu muncul ide melukis kembali kaver buku.

Ketika saya lihat menu Bakmi Kita, hampir sama dengan menu di Lintong, Pocis, Pasar Lama Serang. Selain menu andalan beragam varian bakmi, ternyata ada nasi tim. Saya memesan nasi tim dan es campur. Selama menunggu pesanan datang, Nabila menyuruhku memberikan bunga untuk Tias.