Sejak remaja, saya bahagia diizinkan oleh orang tua untuk memakai paviliun sebagai perpustakaan saya setelah di kamar sudah penuh. Saat kuliah, kamar kos saya hanya berisi buku. Saya bahkan tidur di antara buku-buku. Ketika menikah, mas kawin saya adalah perpustakaan di rumah. Sekarang, saya semakin bahagia karena buku-buku saya sebar di Rumah Dunia dan bisa dibaca orang.
Saya Tidak Tahu Apakah Ada Manfaatnya Beli Buku

















