Bersama para relawan, Gol A Gong ingin melakukan dekonstruksi sosial di Rumah Dunia. Misalnya “Jawara” yang tidak lagi identik dengan kekerasan, tapi menjadi “jawara ilmu”. Atau versi Gong, “Saatnya otak, bukan otot!” Lalu munculah gerakan “Banten Membaca untuk Indonesia” di tingkat local.

Pada 2010 – 2015, Gong diamanahi jadi Ketua Umum PP Forum Taman Bacaan Masyarakat se-Indonesia. Kemudian menggeloran “Gerakan Indonesia Membaca” dengan label “Gempa Literasi”, yang menghebohkan.
Menurut Gong, Gempa Literasi adalah gempayang menghancurkan kebodohan dan membangun peradaban baru. Di dalamnya ada kegiatan orasi literasi, pelatihan, diskusi, aneka lomba, penerbitan, peluncuran dan bedah buku, pertunjukan seni, bazar buku murah, dan hibah buku.

