Literasi Keluarga: Jangan Menyuruh Anak Membaca

Ternyata cara seperti itu manjur. Sebeyulnya keempat anak kami Gen Z. Tapi saya dan Tias memiliki rutinitas membaca di pagi dan malam. Begitu juga menulis. Sebelum literasi digital menggila sekitar tahun 2000 – 2010, kami berlangganan 7 koran (lokal dan nasional). Kedua anak kami yang lahir 1998 (Nabila) dan 1999 (Gabriel) masih sempat membaca koran dan buku disela mereka bermain gawai. Nabila malah menulis beberapa buku yang diterbitkan oleh Mizan dan Gabriel menulis lirik lagu rapnya.

Sementara itu anak ketiga – Jordy (2004) dan Natasha (2005) betul-betul tenggelam di dunia digital. Mereka hingga lulus SMP tidak menyentuh buku, apalagi koran. Tapi kami tidak kuatir, karena mereka tetap kami temani seperti juga kami lakukan itu kepada Nabila dan Gabriel.

Alhamdulillah, kami mendapatkan hadiah berharga dari Allah SWT, yaitu 4 anak yang gemar membaca. Mereka melakukan kombinasi, bahwa buku cetak dan e-book sama saja. Hasilnya membuat kami bahagia. Nabila mendapatkan beasiswa kuliah di FISIP, Sun Yat Sen University. Gabriel sejak kelas 5 SD (2012) di Abu Dhabi. Sekarang (2024) sedang menempuh S2 di di Abu Dhabi. Jordy di Akademi Film Yogyakarta dan Natasha di Sastra Korea, UPI Bandung.

Gol A Gong

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==