Ada yang setengah jengkel dan ingin menyerah karena tidak mampu. Ada yang nangis-nangis mengadu ke ibunya karena aku memberinya tugas yang sulit. Hahaha. Akhirnya yang kesulitan menggambar aku minta duduk di sebelahku.

Kusuruh mereka menjiplak tutup botol manik-manik yang sengaja kubawa. Senang sekali mereka membuat lingkaran-lingkaran bertumpuk. Lalu kuminta untuk memberi mata di lingkaran paling atas, setelahnya menggambar rambut, lalu badan, tangan, dan kaki.
Setelah tampak pola serupa tubuh manusia, kuminta mereka melengkapi gambarnya sesuai keinginannya, lalu mewarna. Tampak wajah anak-anak yang semula penuh tekanan berubah menjadi riang. Kutebak mereka telah berhasil melewati tahap ketakutan memulai.

Aku jadi ingat diriku sendiri, Alhamdulillah, hari ini berhasil menaklukkan ketakutan menyetir mobil manual. Satu setengah tahun lemah terhadap rasa takut dan saat hubby traveling aku pilih merepotkan orang lain untuk mengemudi. Bahkan, beberapa urusan kuundur waktunya saat ada anak lelaki yang liburan untuk mengantarku bermobil.
Masya Allah, tabarakallah. Allahumma baarik ‘alaih.




