Kenangan Bersama Bapak

Aku temukan foto ini di folder Museum Literasi Gol A Gong. Ini foto saat acara perpisahan murid-murid SPG (Sekolah Pendidikan Guru) di Serang. Saya masih berlengan dua dipangku Bapak. Di sebelahku Emak dengan Teteh Dian. Saya masih berlengna dua. Diperkiran ini sekitar 1971. Aku kehilangan tangan kiri Oktober tahun 1974. Bapak wafat 15 Desember 2007. Bagiku seperti kehilangan beberapa kilo daging saja. Dengan membaca dan berolahraga – perintah Bapak, aku bisa seperti sekarang ini. (Gol A Gong)

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

“Pergilah Dari Rumah, Anakku,” Begitu Pesan Bapak Kepadaku

Bapak pernah berkata kepadaku, “Jika kamu membuat sesuatu, pasti ingin orang-orang datang dan melihat.” Bapak mencontohkan, misalnya aku melukis, lalu lukisan itu dipamerkan. Tentu aku berharap orang-orang datang ke pameran, menikmati lukisan-lukisanku. Tuhan pun begitu. Tuhan menciptakan semesta raya dengan segala isinya. Tentu Tuhan ingin karyanya dilihat olehku.

“Maka, jangan seperti katak dalam tempurung. Bertebaranlah di muka bumi. Misalnya di Serang pagi ini hujan. Nah, apakah pada waktu yang sama, di Jakarta atau Bandung, juga hujan? Untuk membuktikannya, kamu harus mendatangi kota itu. Pergilah dari rumah..,” begitu pesan Bapak.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5