Natal 2024 sudah tiba. Semoga saudara-saudaraku dari Sbang hingga Merauke diberikan kebahagiaan dan kesejahteraan.
Selamat Natal 2024

Dunia Kata, Dunia Imajinasi

Natal 2024 sudah tiba. Semoga saudara-saudaraku dari Sbang hingga Merauke diberikan kebahagiaan dan kesejahteraan.

Suatu malam di TIM, bagi saya adalah peritiwa penting. Saya, Isbedy Stiawan ZS, Anwar Putera Bayu, dan Agus Sarjono sepakat, bahwa Puisi Esai Goes to Gen-Z adalah bagian dari tanggung jawab, yaitu regenerasi. Saya mlakukannya juga dengan Duta Baca Indonesia Masuk Sekolah.

Kedatangan Gol A Gong diharapkan dapat memacu kreativitas agar setiap murid dapat memiliki buku karya sendiri.

Siapa bilang menulis tidak memiliki masa depan yang cerah? Di era digital ini semakin terbuka lebar. Platform digital menunggu karya kita. Gol A Gong akan berbagi pengalaman tentang writerpreneur di SMA Al Muslim, Tambun, Kamis 12 Desember 2024.

Saya ini gen baby boomers yang berada di dunia yang semakin terhubung dan cepat berubah. Saya harus memiliki kemampuan untuk terus belajar dan menyesuaikan diri agar tetap bertahan dan berkembang. “Berdaya dengan Buku” filosofinya bahwa “buku sebagai sumber kekuatan pikiran, tetapi juga kekuatan untuk bertindak dan mempengaruhi dunia di sekitar kita.”

Saat ini saya sedang mengemban amanah sebagai Duta Baca Indonesia sejak April 2021 hingga Desember 2025. Semoga Allah tetap menjaga amanah ini dari segala godaan. Jangan ragu untuk mengingatkan saya jika menyimpang dari komitmen. Jangan sampai saya salah bicara dan salah bertingkah laku.

Pertanyaannya, kenapa aku ingin membangun tempat seperti itu – Rumah Dunia? Selain karena janjiku kepada Allah SWT, tentu karena jurnalistik, sastra, dan film yang membuatku jadi berdaya. Setelah tangan kiriku diamputasi pada 1974, tiga disiplin ilmu itulah yang membuatku mampu bertahan hingga sekarang. Aku lupa bahwa hanya memiliki satu tangan.

Saran saya, sebaiknya memang ada organisasi atau komunitas yang mulai merekomendasikan jagoannya untuk menggantikan saya sebagai Duta Baca Indonesia untuk masa jabatan 2026-2030. Di situ bersaing program. Misalnya Forum Taman Bacaan Masyarakat, Forum Lingkar Pena, GPMB, IPI, Forum Penerima NJDP, dan komunitas lainnya. Perpustakaan Nasional membentuk Panitia Seleksi seperti biasanya dan menjarring mereka.

Tias bercerita lagi, “Sebelum menikah Mas Gong sudah meminta izin, kalau mendapatkan rezeki berlebih dari royalti buku dan film akan digunakan untuk membangun gelanggang remaja yang sekarang dikenal dengan nama ‘Rumah Dunia’. Itulah sebabnya Mas Gong menulis ‘Rumahku Rumah Dunia, Kubangun dengan Kata-kata’ karena memang kami hidup dari kata-kata.”

Realitas bahwa orang yang dekat dengan buku tidak koheren dengan tradisi menulis, memang sering saya temukan saat memberi pelatihan. Ya, banyak para guru Bahasa dan Sastra Indonesia, yang tidak gemar membaca apalagi menulis. Begitu juga para penelola TBM (Taman Bacaan Masyarakat) yang hanya senang seminar atau menggelar buku

“Bagi TBM-TBM lain di Kota Serang, contohlah Rumah Dunia. Mulailah menulis, mengajarkan warga belajarnya untuk menulis selain juga tentunya menyediakan bahan bacaan. Karena dengan membaca kita mengenal dunia, dengan menulis kita dikenal dunia,” Kepala Dinas Perpustakaan Kota Serang, Dr. H. Tb. Urip Henus S, S. Pd. M. Si mengakhiri sambutannya.

Acara bincang-bincang literasi Duta Baca Indonesia – Perpustakaan Nasional RI ini menghadirkan narasumber Nuriman, Kabag SDM Cuanki Bakti Mulia Sejahtera, Lailatul Maulidiya Rahman, Duta Baca Kota Serang, dan Abdul Salam, Presiden Rumah Dunia. Sedangkan moderatornya adalah Gol A Gong sebagai Duta Baca Indonesia. “Panggung kami sediakan untuk potensi-potensi lokal,” kata Gong.

Gol A Gong sebagai Duta Baca Indonesia menanggapi soal dana non fisik Rp 500 juta dari Perpusnas RI kepada DPK Kota Serang. Gong mengusulkan agar Dinas Perpustakaan Kota Serang membuat kegiatan besar di Hari Buku Nasional. “Misalnya mengumpulkan karya-karya para penulis Kota Serang. Juga film pendek,” kata Gong tegas.

Partisipasi mahasiswa Universitas Pamulang Prodi Administrasi Negara dalam Talkshow DBI 2024 adalah bentuk nyata dukungan terhadap gerakan literasi nasional.

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) berkolaborasi dengan Komunitas Rumah Dunia menggelar acara Gerakan Indonesia Membaca

Selain menyiapkan materi prsentasi yang saya sesuaikan dengan audiens, saya membukanya dengan pembacaan puisi atau menceritakan kisah inspiratif. Saya juga menawarkan kepada seorang peseta untuk membaca puisi. Hadiahnya buku.

Pada 2023 berhembus kabar menggembirakan. Perpusnas RI menyodorkan angka bahwa 1 buku kini ditunggu 11 orang. Ini luar biasa walaupun dari segi kualitas tulisan harus ditingkatkan. Terutama para Duta Baca Daerah yang masih menganggap, bahwa keterampilan menulis itu bukan pekerjaan utama tapi mereka lebih mementingkan pada kampanye membacanya.