Betapa pemikiran Raden Ajeng Kartini telah hadir pula dalam karya Pramoedya Ananta Toer yang terkenal dengan karyanya Tetralogi Pulau Buru. Penulis menukilnya dari buku ketiga dengan judul Jejak Langkah.
Mutiara dari Jepara Membuatku Kagum

Dunia Kata, Dunia Imajinasi

Betapa pemikiran Raden Ajeng Kartini telah hadir pula dalam karya Pramoedya Ananta Toer yang terkenal dengan karyanya Tetralogi Pulau Buru. Penulis menukilnya dari buku ketiga dengan judul Jejak Langkah.

Puisi sekarang seperti curhatan para penyairnya. Tak ada lagi perlawanan selain kata-kata berhamburan dari mulut bau penyair. Separah itukah? Masi perlukah kita menjaga puisi? Merawatnya?

Kebiasaan itu seperti atom dalam hidup kita. Tiap kebiasaan merupakan satuan mendasar yang ikut membentuk perbaikan secara keseluruhan

Kini Si Biru punya kesempatan Safari Literasi menjelajah Borneo dan Sulawesi di Januari-Desember 2025. Saya selesai sebagai Duta Baca Indonesia di Desember 2025.

“Gue udah pake batu jimat Pak Karta. Lu tenang aja, nggak bakal tembus!” katanya sambil mengeluarkan batu kecil berwarna hitam dari kantong celana dan menunjukkannya kepada yang lain.

Alhamdulillah lumayan juga nasgor yang bukan nasi ini. Menurutku tidak kalah dari rasa makanan katering yang pernah kucicipi. Aku berani bilang masakanku ini malah lebih alami.

Saya mengiyakan ketika Gibran mengingatkan kepada seluruh peserta yang hadir dalam rakornas adalah orang-orang terpilih. Fasilitasnya juga terpilih. Segalanya juga terpilih. Makanya harus amanah. Kalau mereka korupsi atau kongkalikong dengang pengusaha dalam merampas hak rakyat, langsung penjarakan saja,

Menghirup udara segar dilengkapi dengan cuaca hujan sedang, bermalam tanpa listrik dan berinteraksi langsung dengan masyarakat Baduy.

Semua peserta pelatihan menulis puisi yang rata-rata kelas 1 SMPN Adonara – sebuah pulau di Flores Timur, menulis seperti puisi dengan terbuka, membuat pengumuman. Namanya juga anak SMP. Saya katakan, tidak ada puisi yang jelek, karena puisi itu pengalaman penulisnya. Kemudian saya mencoba mengenalkan cara menulis puisi yang lain.

Anak kami adalah anak ideologis taman bacaan masyarakat. Lingkungan literasi keluarga dan literasi masyarakat yang sehat akan membantu anak-anak kita berkembang dengan baik dan memiliki karkter yang kuat. Buktikan saja.

Buku bukan anya jendela dunia, tapi di dalam buku ada pergulatan penulisnya. Itu akan tercermin dari perilakumu.

Badak. Saya pernah melihat di di film dan di Taman Safari. Itu badak bercula dua. Tapi melihat badak bercula satu di Taman Ujung Kulon, Banten Selatan, belum pernah. Masih merawat mimpi ke Ujung Kulon.

Saya ushakan agar di setiap traveling, saya harus peka. Catat detail-detailnya dalm ingatan. Dengan teknologi smartphone, kita bisa merekamnya dan mengenangnya di rumah. Setelah itu, mari kita melukis dengan kata.

Buku “Aku dan Dua Baca” yang berisi 40 gagasan bagaimana mestinya Duta Baca Nasional dan Daerah berkiprah di masa depan, terus berkelana. Pertama kali di Perpusnas Writers Festival (18/10), kemudian Mataram (26/10), Pangkal Pinang (31/10), Toboali (1/11). Agenda berikutnya di Makassar (11/11), dan Manokwari (14/11). Semangat semuanya.

Keempat anak kami tentu senang karena saya sebagai ayahnya ada di antara mereka di akhir pekan. Ini quality time. Tapi saya menjelaskan, bahwa Senin-Jumat itu sebagai ayah, saya bertanggung jawab bekerja untuk menafkahi mereka.

Palangkaraya ibu kota Kalimantan Tengah. Ini kali kedua saya datang ke sini. Selalu menikmatinya. Apalagi dulu Bung Karno mendeklarasikan, bahwa Ibu Kota Negara Indonesia harus di Kalimantan. Presiden RI, Joko Widodo, mewujudkannya di Sepaku, Pontianak, Kalimantan Timur.

Buku ini paket lengkap bagi mereka yang menyukai filsafat, misteri, dan fantasi dengan konsep dunia alternatif dan unsur mitologi Yunani, Romawi Kuno dalam satu buku.