Bisa beli mobil tapi nggak bisa mikirin parkiran? Saatnya introspeksi sebelum bikin hidup tetangga jadi susah!
Punya Mobil Mesti Punya Parkiran Sendiri

Dunia Kata, Dunia Imajinasi

Bisa beli mobil tapi nggak bisa mikirin parkiran? Saatnya introspeksi sebelum bikin hidup tetangga jadi susah!

Kami, Yayasan Hari Puisi Indonesia (YHPI), juga akan merayakannya pada tanggal 25-26 Juli 2025, di Taman Ismail Marzuki dengan berbagai program dan kegiatan, termasuk informasi awal Sayembara Buku Puisi Anugerah Hari Puisi Indonesia 2025.

Sudah Rabu lagi, 14 Mei 2025. Waktunya Puisi Esai Gen Z! Minggu lalu tentang Aceh, mengenal Undang-Undang Daerah, Qanun Nomor 6 Tahun 2014. Sekarang ke Serang Banten, Edisi 18/I/14 Mei – 21 Mei 2025 tentang seoran mperempuan yang dimuilasi kekasihnya dengan judul “Raut Muka Bahagia, Terkulai Hampa” kara MN Fazri – UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prodi Sejarah Peradaban Islam.

Budaya “pali-pali” di Korea menuntut hidup serba cepat dan efisien. Simak pengalaman langsung merasakan ritme cepat ala Seoul dan refleksi tentang keseimbangan hidup.

Leni Marlina dinobatkan sebagai Penulis Berpretasi 2025, begitu juga Ramli Djafar, Penulis Prolifik disematkan kepada karyawan swasta yang hobby menulis. Mereka anggota SatuPena Sumbar.

Menurut ilmu feng shui seperti dikutip dari laman cnbcindonesia.com, ada beberapa jenis tanaman justru haram diletakkan di pintu masuk karena bisa membawa energi buruk.

Refleksi hangat tentang suara ayam di pagi hari yang kian langka di kota besar, namun masih hidup di pelosok yang tenang. Sebuah kenangan masa kecil dan harmoni alam yang sederhana, namun penuh makna.

Ketika mulai memutuskan jadi penulis dan wartawan di Kelompok Kompas Gramedia, secara naluriah aku jadi tahu ketika menulis sebuah karya pernah ditulis orang atau tidak. Aku melakukan pemetaan. Soalnya jika aku menjiplak karya orang, akan sangat sulit bagiku membantah karena orang-orang dengan mudah menuduhku sebagai pembaca. Sangat sulit untyuk berkelit dengan mengatakan “aku belum pernah membacanya”. Aku lebih suka karyaku dicaci-maki sebagai karya sampah (selalu ada kompos di setiap sampah) ketimbang dituduh menjiplak.

Sayap-Sayap Patah 2 Olivia adalah film yang menciptakan perenungan; bagaimana besarnya cinta dan bulatnya ideologi dalam kehidupan manusia saling memengaruhi.

Ternyata jika kita tahu bahwa menyimpan buku tanpa memperhatikan kebersihan dan ketahanannya, justru akan membuat koleksi buku kita akan rusak.

Nara Teater dari Flores Timur menghidupkan kembali naskah Sabadalak, menghadirkan latihan intens demi pertunjukan yang bermakna.

Rumah Dunia gelar bedah novel Menata Hati di Ujung Senja karya Najwa Fadia, angkat isu perceraian perempuan dewasa dan keberanian melawan stigma.

Pak Raji menatap langit. Ia tidak tahu mana yang lebih menyakitkan—kehilangan bawang, atau tahu kalau hidupnya dikalahkan oleh plastik bermerk.

TBM Titik Literasi gelar kegiatan Misi Literasi

Di Korea, minum itu bukan cuma soal minum alkohol, tapi udah kayak bagian dari kehidupan sosial.

Sabtu (10/5) menjadi hari yang menyenangkan bagi 50 anak usia Sekolah Dasar. Hari itu mereka mendapati hujan buku lewat pembagian novel Negeri Permen dari Bank Indonesia Provinsi Banten.

Opini seorang awam tentang pro dan kontra Mesa Hira, finalis Indonesian Idol 2024. Apakah warna vokalnya yang unik cukup untuk membawanya ke puncak?