Di Meja Makan: Tanpa Penyedap Rasa Buatan

Begitu di rumah, makanan akan kembali ke standar rumahan. Hidangan akan berisi karbohidrat, protein nabati, protein hewani, dan mineral dalam sayuran. Standar bakunya adalah tanpa penyedap rasa buatan. Bumbu yang digunakan juga dari bahan segar. Bawang merah, bawang putih, dan garam.

Biar nggak terlalu jomplang dengan rasa masakan luar sana yang biasanya dibumbui penyedap buatan dan turunannya, aku bikin micin ala-ala. Tentu saja dari bahan segar. Maafkan jika tak dapat kubagi di sini. Siapa tahu bakal jadi resep leluhur nanti buat anak cucuku. Membayangkan ini membuatku tertawa. Hahaha.

Pagi ini aku masak tumis daun kol. Kalau beli kembang kol kan suka ada bagian daun yang mengelilinginya. Bagian ini biasanya dibuang, tapi sama aku dimasak sebagai sayuran. Rasanya renyah asal jangan terlalu lama memasaknya. Aku tambah kembang kol dan paprika sedikit.

Lada bubuk instan ternyata habis, jadi aku ambil merica beberapa butir dan menggepreknya dengan pisau lebar. Cara mengambil hasil geprekannya juga dengan ujung pisau lebar itu. Oh, sungguh chef-ly vibes. Hahaha.

Berbeda dengan lada instan, merica geprek memberi wangi yang pedas. Pernahkah hidung kalian kemasukan merica halus lalu bersin? Menurutku itulah aroma wangi yang pedas. Mau coba, silakan saja. Hihihi.

Untuk lauknya, aku memasak ulang udang tepung. Ini lauk kemarin yang tidak laku karena kemarin adalah hari yang riweuh. Anak lanang mau balik ke Yogya dan pilih makan di luar bersama temannya. Hubby baru tiba dan sudah makan siang sebelumnya di pesawat. Aku dan si sulung habis masak bersama dan sudah mencicipi beberapa potong udang goreng.

Baiklah, udang goreng tepung masuk kulkas. Padahal butuh kerja keras menyiangi udang sebelum diolah, kan. Aku sebetulnya paling tidak suka melakukannya karena butuh waktu lama. Tapi demi anak dan suami, kulakukan juga. Untunglah ketika mereka tidak juga memakan hasilnya aku tidak ngambek. Hahaha.

Selama bisa disimpan lagi ya tidak mengapa. Azas manfaat masih berlaku buat sarapan besoknya. Maka pagi ini kuolah lagi udang tepungnya.

Begitulah hariku, alhamdulillah berhasil menata emosi dan suasana hati. Harus disyukuri setiap nikmat, sekecil dan seremeh apa pun yang diterima. Allahumma baarik ‘alaih.🤲 Sehat-sehat ya, kita semua! 🤲

Tias Tatanka

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==