Essay: Kami Membangun Rumah Dunia Sebagai Muara

Saya menangkap dua hal di situ, bahwa anak-anak kampung Ciloang dan Kubil yang aktif dalam kegiatan RD sejak lama mempunyai pengalaman lebih banyak dalam observasi masalah kepenulisan. Mereka rata-rata pernah ikut kunjungan dan wawancara ke beberapa home industry atau perseorangan. Tetapi untuk struktur tata bahasa, kosa kata dan pemilihan istilah, anak-anak komplek rata-rata lebih bagus.

Saya harus menerima semuanya dengan sewajarnya, tentu saja. Toh, tak seharusnya memaksakan prestasi pada anak-anak itu. Tapi saya tetap mengangankan jika dua budaya pemikiran itu bergabung di Rumah Dunia, aktif berkegiatan, berkompetisi positif, tentu akan melahirkan generasi yang lebih maju, berstandar lebih tinggi.

Tapi sekali lagi, ini bukan perbandingan. Anak-anak tetap kanak-kanak yang tumbuh dan berkembang (harus) dengan sewajarnya. Tidak ada paksaan untuk bergabung dan berkegiatan di RD, karena di sinilah mata air pemikiran dan ide berkumpul.

Termasuk anak-anak itu, jangan remehkan inspirasi yang ada di kepala mereka. Dan biarkan itu muncul di Rumah Dunia.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==