Saya tahu ini mimpi dan orang-orang bilang: mustahil. Sudhlah, berhenti bermimpi keliling dunia. Umur di tahun 2025 nanti sudah 62 tahun. Mana mungkin. Amanah saya …
Dari Turki Menyusuri Eropa Timur

Dunia Kata, Dunia Imajinasi

Saya tahu ini mimpi dan orang-orang bilang: mustahil. Sudhlah, berhenti bermimpi keliling dunia. Umur di tahun 2025 nanti sudah 62 tahun. Mana mungkin. Amanah saya …

Puisi Minggu edisi 49/I/2024 ini tentang hujan karya Alexander Robert Nainggolan berhasil menangkap kompleksitas perasaan manusia terhadap cinta dan kehilangan, menggunakan hujan sebagai simbol yang kuat. Siapkan kopi terbaikmu. Nikmati puisi-puisinya.

Saya ini gen baby boomers yang berada di dunia yang semakin terhubung dan cepat berubah. Saya harus memiliki kemampuan untuk terus belajar dan menyesuaikan diri agar tetap bertahan dan berkembang. “Berdaya dengan Buku” filosofinya bahwa “buku sebagai sumber kekuatan pikiran, tetapi juga kekuatan untuk bertindak dan mempengaruhi dunia di sekitar kita.”

Saya menulis puisi Jembatan Kota Lama Kendari dengan tujuan tidak hanya merayakan keindahan Kota Lama Kendari, tetapi juga mengajak kita untuk menghargai kenangan dan warisan budaya yang ada di sekitar kita. Ini adalah pengingat bahwa meskipun waktu berlalu dan perubahan terjadi, ingatan akan tempat dan orang-orang yang kita cintai akan selalu ada dalam hati kita.

Bumi makin panas. Es di kutub utara mencair. Maka tanamlah pohon sebanyak mungkin di halaman rumah atau di kebunmu. Saya mn

Cerita Orakadut kali ini menyampaikan pesan yang kuat tentang pentingnya kesadaran politik dan solidaritas di antara masyarakat. Orakadut menjadi simbol harapan dan perlawanan terhadap ketidakadilan, meskipun dalam konteks yang humoris.

Secara keseluruhan, tidak mewariskan generasi yang lemah berarti menyiapkan generasi muda dengan segala sumber daya yang mereka butuhkan untuk sukses. Ini termasuk pendidikan yang baik, pengembangan karakter, kesehatan fisik dan mental, serta keterampilan yang relevan untuk menghadapi dunia yang terus berubah. Mewariskan generasi yang kuat bukan hanya tentang individu, tetapi juga tentang membangun masyarakat yang lebih baik, lebih tangguh, dan lebih berdaya.

Bagaimana kamu mendidik anak? Formal atau informal? Bacalah buku antologi kisah pembelajaran sepanjang hayat atau lifelong learning ini dimana konsep belajar yang tidak terbatas pada ruang kelas formal. Kegiatan ini dijalankan secara sukarela oleh individu. Di buku ini saya satu buku bersama Gol A Gong yang menceritakanj kisah “Di Meja Makan”-nya.

Kelas Novel 3 babak bertabur konflik yang dimentori langsung oleh Gol A Gong sudah memasuki angkatan keempat. Bekerja sama dengan SIP Publishing, tugas menulis novel peserta dikurasi Gol A Gong dan diterbitkan jadi buku. Tiga angkatan sebelumnya sedang deg-degan menunggu novlnya terbit.

Terbit buku antologi fiksi mini saya bersama Gol A Gong. Seperti mimpi. Beli, ya. Seru, pokoknya. Terima, SIP Publishing, terima kasih juga Mas Gong yang sudah membimbing saya menulis.

PT Astra Honda Motor (AHM) meluncurkan New Honda PCX160 dengan tampilan design teranyar yang sarat dengan kemewahan dan kecanggihan

Saat ini saya sedang mengemban amanah sebagai Duta Baca Indonesia sejak April 2021 hingga Desember 2025. Semoga Allah tetap menjaga amanah ini dari segala godaan. Jangan ragu untuk mengingatkan saya jika menyimpang dari komitmen. Jangan sampai saya salah bicara dan salah bertingkah laku.

Sebagai panitia, saya belajar bahwa keberhasilan sejati datang dari kolaborasi, kepercayaan, dan kerja keras setiap anggota tim, sekecil apa pun perannya.

Pertanyaannya, kenapa aku ingin membangun tempat seperti itu – Rumah Dunia? Selain karena janjiku kepada Allah SWT, tentu karena jurnalistik, sastra, dan film yang membuatku jadi berdaya. Setelah tangan kiriku diamputasi pada 1974, tiga disiplin ilmu itulah yang membuatku mampu bertahan hingga sekarang. Aku lupa bahwa hanya memiliki satu tangan.

Dalam debat mana pun, ia selalu menganggap diri menang dan tertawa paling akhir. Aku si penyuka musik blues berdampingan dengan si penggemar metal, sesudah saling ejek tak jarang kami mendengarkan musik balada atau jazz bersama. Kami masih bisa melakukannya sekalipun di tempat umum, berkat earphone yang selalu kubawa.

Kami rasa mengenalkan sarapan tidak di rumah saja tapi juga sarapan di jalan terasa sekarang hasilnya. Alhamdulillah, keempat anak kami bertebaran di empat kota berbeda; mereka sedang mengejar mimpinya. Mereka tidak pernah merengek-rengek takut dengan suasana baru. Mereka bisa berbaur dengan orang-orang baru.

Sarapan kataku kali ini sedang menyoroti pengunduran diri Gus Miftah (kata netizen, “Jangan panggil Gus lagi!) Nah, tulisan simulakrum ini mencerminkan kritik terhadap masyarakat modern yang sering kali terjebak dalam ilusi dan manipulasi, baik dari diri sendiri maupun dari pengaruh luar seperti media. Awas, simulakrum terjadi di sekeliling kita!!