Siapa Duta Baca Indonsia 2026-2030

Saran saya, sebaiknya memang ada organisasi atau komunitas yang mulai merekomendasikan jagoannya untuk menggantikan saya sebagai Duta Baca Indonesia untuk masa jabatan 2026-2030. Di situ bersaing program. Misalnya Forum Taman Bacaan Masyarakat, Forum Lingkar Pena, GPMB, IPI, Forum Penerima NJDP, dan komunitas lainnya. Perpustakaan Nasional membentuk Panitia Seleksi seperti biasanya dan menjarring mereka.

Awalnya Rumah Dunia Tempat Bermimpi 3 Lelaki yang Ingin Banten Maju

Tias bercerita lagi, “Sebelum menikah Mas Gong sudah meminta izin, kalau mendapatkan rezeki berlebih dari royalti buku dan film akan digunakan untuk membangun gelanggang remaja yang sekarang dikenal dengan nama ‘Rumah Dunia’. Itulah sebabnya Mas Gong menulis ‘Rumahku Rumah Dunia, Kubangun dengan Kata-kata’ karena memang kami hidup dari kata-kata.”

Sastra itu Bohong

Kemudian “sastra itu bohong” secara ekstrinsik terhubung ke penulisnya. Kadang si penulis secara moral menggebu-gebu memperjuangkannya di dalam prosa dan puisi yang ditulisnya, tapi pada kenyataannya si penulisnya bobrok moralnya. Dia melakukan hal yang bertentangan ditulis di prosa-puisinya. Kadang para penuli berkiblat pada “pengarang sudah mati”. Karyanya saja yang dibahas, jangan penulisnya. Itu hal yang bebeda.

Duta Baca Indonesia Mendorong Potensi Lokal Untuk Menulis

Acara bincang-bincang literasi Duta Baca Indonesia – Perpustakaan Nasional RI ini menghadirkan narasumber Nuriman, Kabag SDM Cuanki Bakti Mulia Sejahtera, Lailatul Maulidiya Rahman, Duta Baca Kota Serang, dan Abdul Salam, Presiden Rumah Dunia. Sedangkan moderatornya adalah Gol A Gong sebagai Duta Baca Indonesia. “Panggung kami sediakan untuk potensi-potensi lokal,” kata Gong.

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==