Program pendidikan karakter, tahsin dan tahfidz Al-Qur’an metode Umi, kurikulum dipadukan dengan nilai-nilai keislaman
Keunggulan Sekolah SMPIT Widya Cendekia Serang, Banten

Dunia Kata, Dunia Imajinasi

Program pendidikan karakter, tahsin dan tahfidz Al-Qur’an metode Umi, kurikulum dipadukan dengan nilai-nilai keislaman

Kawan, pernah dengar ya kalimat, “Rumah saya cuma gubuk. Silakan mmpir.” Itu gaya litotes, gaya merendah alias tidak sombong. Ini sangat cocok untuk membangun karakter tokoh yang tidak sombong atau rendah hati.

Setelah meraih Penghargaan Nobel Sastra, yang disertai dengan sertifikat penghargaan, medali emas, dan hadiah uang sebesar 1 juta dolar Amerika, Han Kang menarik perhatian dunia.

Kelas Menulis Gol A Gong bukan sekadar membagikan tips menulis saja, tapi membumbuinya dengan unsur traveling dan menghibur. Tidak ada yang saya sembunyikan lagi soal bagaimana caranya menulis. Saya berikan semua pengalaman menulis saya plus bumbu-bumbu suka dukanya agar kamu mendapatkan semangat dalam menulis.

Kelima pilar itu “wajib” dijalankan tidak hanya oleh Duta Baca di daerah, tapi juga Duta Baca Indonesia di masa depan. Kita sebagai pegiat literasi juga harus memiliki 5 pilar itu, karena jika tidak maka itu “semu”. Kita semua tahu, bahwa siapa pun yang ditunjuk jadi Duta Baca bukanlah orang sembarangan. Dia pasti memiliki kompetensi di bidang tertentu. Tapi seperti kata Pramoedya Ananta Toer, “Kita akan terlindas zaman jika tidak menulis.”

Dengan kepemimpinan Budi-Agis, saya berharap Kota Serang bisa segera memiliki fasilitas gedung kreatif yang mendukung berkembangnya ide-ide baru

Ketika tangan kiriku diamputasi pada usia 11 tahun (1974), orang-orang kuatir saya akan jadi beban keluraga, masyarakat, dan negara di masa depan. Alhamdulillah, berkat buku saya jadi berdaya.

Ketika satu per satu peserta lainnya sudah mencapai garis finish, Arga masih berjuang di tengah lintasan. Nafasnya terengah-engah, kakinya gemetar, tapi ia terus melangkah. Orang-orang mulai berdiri, memberi tepuk tangan yang semakin keras, mendukungnya sampai akhir. Dan ketika akhirnya, dengan sisa tenaganya, Arga melewati garis finish, seluruh lapangan bergemuruh dengan tepuk tangan dan sorakan.

Kalau datang ke tempat yang baru, kamu harus jadi seorang pengamat. Jangan langsung mengambil keputusan. Analisis dulu lingkunga barumu.

Jangan lewatkan kesempatan ini untuk terhubung dengan ilmu, seni, dan kreativitas dalam semangat menjaga dan memahami dunia kita. Sampai jumpa di EDUMARINE EXPO 2024!

Saya menulis puisi Sapu Lidi ini memikirkan pentingnya persatuan dan kesadaran akan tantangan yang dihadapi oleh generasi muda. Dengan menggunakan simbol sapu lidi, saya ingin warga Kota Serang di era Budi-Agis ini bersatu untuk membangun dan saling mendukung dan menjaga hubungan satu sama lain. .

Karl May nulis tokoh Indian Winnetou. Tema Indian buatku menjadi sesuatu yang menarik. Setiap membacanya terasa seperti terhubung dengan semangat hidup mereka dan perhatian mereka ke alam sekitar. Sayangnya, beberapa dekade sekarang kisah sedih tentang mereka yang lebih sering terdengar.

Nah, Budi-Agis dalam janji kampanye akan meningkatkan martabat Kota Serang, agar pantas dan layak disebut sebagai ibu kota Provinsi Banten. Eh, coba deh jalan ke tengah-tengah alun-alun. Ada Monumen Daerah Perjuangan Banten. Hilang satu, tuh. Terus, tulisan “Bhineka Tunggal Ika” di bawah burung garuda juga hilang.

Melalui Pilkada 2024 mendatang, Budi-Agis akan memperluas kebermanfaatan dengan menjadikan Bank Sampah ini sebagai salah satu program unggulan yang diusung oleh pasangan Budi – Agis, dengan target mendirikan 1000 Bank Sampah.

Di Era Budi-Agis, kita perlu menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan seperti persawahan. Kota yang berkembang tetap bisa menghormati identitas dan sejarahnya. Tentu saja, kisah seperti ini menjadi panggilan untuk merenungkan dampak dari urbanisasi terhadap masyarakat dan lingkungan.

Di era Budi-Agis ini, semoga hal kecil ini diperhatikan. Sebelum jatuh korban. Dulu Hasan Basri, anggota DPRD Kota Serang pernah datang ke lokasi, meninjau “zona maut” ini. Tapi belum ada tindak lanjut dari Dinas Perhubungan.

Jika kita tidak bisa mengendalikan penggunaan media sosial, maka kita yang akan dikendalikan olehnya