Safri Literasi di Mataram ada 6 titik; Dinas Perpustakaan NTB, Duta Baca Indonesia Masuk Sekolah dan Kampus, Himpaudi, dan taman bacaan. Ini titik kegiatan yang ke 1179-1184.
Duta Baca Indonesia: Titik Kegiatan ke 1179 – 1184 di Mataram

Dunia Kata, Dunia Imajinasi

Safri Literasi di Mataram ada 6 titik; Dinas Perpustakaan NTB, Duta Baca Indonesia Masuk Sekolah dan Kampus, Himpaudi, dan taman bacaan. Ini titik kegiatan yang ke 1179-1184.

Sun. Matahari. Tanpa fajar, hidup jadi tidak bersemangat. Yang ada mendung kelabu. Mari, selalu kita sambut.

Pak Handi bukan hanya memiliki gerobak yang sudah rapuh saja melainkan fisiknya sudah rapuh juga. Terlihat dari warna mata yang sudah lelah karena harus berjaga setiap saat untuk berjualan sebab ia tidak ingin istrinya berjualan bersamanya.

Tiga tahun lebih, sejak Mei 2021 hingga September 2024, sebagai Duta Baca Indonesia, Safari Literasi sudah menggelar kegiatan di 1000 titik. Berarti hampir 1 kegiatan perharinya. Semoga berdampak positif pada peningktan indeks literasi masyarakat di Indonesia.

Saya sangat beruntung punya istri seperti Tias Tatanka. Selain hobi baca, menulis puisi-prosa, memiliki jiwa kerelawanan untuk Rumah Dunia, juga kreatif. Dia pandai menjahit dan menyulap kain souenir jadi kemeja etnik untuk saya.

Tahun 2024 ada 20 lokus kegiatan Duta Baca Indonesia. Setiap lokus, selain dialog literasi dengan 3 narasumber setempat dari unsur akademisi, Duta Baca, dan pegiat literasi, juga 20 orang terpilih mengikuti pelatihan menulis potensi lokal bersama saya.

Kegiatan seperti silent reading, sharing sessions, dan dokumentasi, komunitas ini tidak hanya mengajak masyarakat untuk membaca lebih banyak, tetapi juga menciptakan komunitas yang saling mendukung dalam pengembangan literasi.

Sejak Mei 2021 hingga September 2024, Gol A Gong sebagai Duta Baca Indonesia bersama Perpustakaan Nasional RI, bekerjasama dengan Dinas Perpustakaan dan Dinas Pendidikan di daerah, Forum TBM, Forum Lingkar Pena, GPMB, IPI, SIP Publishing di Jawa Tengah, Iqro Semesta di Jawa Timur, Cakrawala di NTT, dan komunitas literasi sudah menjangkau 33 Provinsi, 117 Kota, 1000 titik kegiatan.

Sebagai pengunjung, aku melihat dan merasakan Alun-alun Kota Serang ini cukup berantakan, ada sampah di mana-mana. Namun kita tidak boleh sepenuhnya menyalahkan petugas.

Safari Literasi Duta Baca Indonesia sejak Mei 2021 hingga September 2024 sudah mengunjungi 1000 lokus (titik kegiatan). Sekarang sudah Oktober lagi, tentu akan bertambah.

Sebuah buku yang menyenangkan untuk dibaca, layaknya mendengar cerita teman dengan secangkir kopi ataupun teh serta tak lupa goreng pisang. Menyenangkan dan Mengesankan tentunya!

Hubby juga merelakan kesempatan melihat fajar karena memilih menemaniku yang sendirian. Oh, so sweet. Beberapa kali kusuruh jalan duluan. Beberapa kali beliau berjalan lebih dulu, tapi ternyata berhenti di atas dan menungguku tiba. Masya Allah, tabarakallah, allahumma baarik ‘alaih. Makasih, hubby.

Penerbit RajaGrafindo berkolaborasi dengan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menggelar Kuliah Umum dan Peluncuran Buku Bahasa Insyarat di Perpustakaan UIN Banten,

Gol A Gong adalah salah satu Duta Baca Indonesia. Ia telah melakukan berbagai kegiatan untuk meningkatkan literasi, seperti Safari Literasi dan Duta Baca Indonsia Masuk Sekolah.

Setelah buku AdDB diluncurkan dan dibedah di Perpusnas Writers Festival IV Jepara, ada 4 kota yang sedang menyiapkan bedah bukunya; Mataram, Toboali, Sorong, dan Jombang. Ya, sangat menarik jika didiskusikan di Dinas Perpustakaan Daerah.

Saya memiliki paspor pertama kali pada 2012. Saat itu hubi mau mencicil mas kawin keliling dunia. Alhamdulillah, sekarang sudah ke 11 negara. Semoga paspor masih membawa saya ke negara ke 12, dst…

Angkringan, siapa tidak kenal? Angkringan berasal dari Desa Ngerangan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Konon, angkringan bermula dari seorang lelaki bernama Karso Dikromo atau Djukut. Awalnya pada 1970-an dipikul, kemudian dengan gerobak