Salam dari Rumah Dunia: Kok Ibu Tahu Ceritanya Tanpa Membaca?

Tapi bukan aku kalau menerima begitu saja. Anak-anak yang diam-diam pergi itu aku kumpulkan lagi. Mereka mengeluhi kesulitan tantangan yang kuberikan. Mereka bilang sudah membaca tapi nggak tahu mau cerita apa. Aku lalu berjanji mendampingi saat mereka maju.

Bagi anak-anak yang suka membaca, menceritakan ulang bacaan tanpa melihat teks akan terasa mengalir saja. Ini berbeda dengan yang kurang suka membaca, caraku menghadapi adalah mereka bercerita lewat ilustrasi. Sedikit berhasil, meski teks tidak menuliskan yang sudah digambarkan secara visual. Idealnya begitu, kan. Anak-anak ini kuminta mencoba menyambungkan teks dengan gambar. Bagi yang kesulitan mengingat teks malah kubolehkan membuat cerita sendiri. Hahaha.

Tujuan utamanya adalah membuat mereka berani bicara, itu saja dulu yang harus dikejar. Esensi cerita bisa dilatih belakangan. Bagaimana dengan yang kemampuan membaca di bawah itu? Aku mendampingi dari awal mereka maju. Kupancing dengan prolog semacam “Kali ini saya akan menceritakan tentang …”

Jika masih menemui kesulitan, kubantu dengan memancing perhatian ke ilustrasi. Apa yang terjadi dengan tokoh dalam gambar? Apa yang mereka bicarakan? Pembicara jadi bersemangat setelah hampir hopeless. Audiens yang malas mendengarkan cerita pun jadi menengok lagi ke pembicara.

Ada anak-anak yang berani maju tapi belum lancar membaca. Jika dituruti untuk hanya membaca teks, yang merasa sudah sesuai prosedur tantangan akan protes. Jadi aku minta anak yang belum lancar membaca menceritakan gambarnya saja.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==