Salam dari Rumah Dunia: Kok Ibu Tahu Ceritanya Tanpa Membaca?

Namun, bagaimana akan dapat bercerita runut jika belum membaca? Saat beginilah tarik ulur bekerja. Tidak semua harus sesuai prosedur untuk hal-hal begini. Ada saatnya aku ambil alih, menjadi yang dominan bercerita. Aku menunjukkan ilustrasi dan memancing pembicara untuk menceritakan alurnya.

Begitu pembicara kesulitan bercerita atau kehabisan ide, aku kembalikan alurnya sesuai cerita dalam buku. Di foto, buku yang sedang dibaca anak ini adalah Timun Mas. Sejak halaman ketiga aku yang berperan menceritakan, tanpa membaca teks.

Selesai bercerita, aku ditanya, “Kok Ibu tahu ceritanya? Kan belum buka (baca) bukunya?”

Kujawab, “Waktu seusia kamu, Bu Tias pernah baca cerita Timun Mas seperti ini. Sampai sekarang masih ingat, jadi bisa bantu bercerita.”

Menanamkan ingatan seperti inilah yang sulit dilakukan di era kini. Di tengah kemajuan teknologi, kemudahan menggunakan gadget, godaan berbagai aplikasi, dan popularitas karbitan, perlu kiranya memberi ruang untuk anak-anak kembali pada “ketertinggalan”. Membaca buku fisik alih-alih e-book, menulis dengan pensil yang perlu diserut, mencampur warna tanpa mengetuk layar monitor.

Itu memang perlu tenaga, waktu, perhatian, dan modal. Sedikit demi sedikit kegiatan seperti ini akan mempengaruhi pola pikir dan perilaku mereka jauh lebih baik. Kapan itu terjadi? Bisa saja ketika mereka tak lagi ikut bergiat. Mungkin terjadi di masa dewasanya, yang tak lagi bersinggungan dengan kita. Kapan pun itu tercapai, yang perlu dilakukan adalah memulai agar fase itu terjadi.

*) Ruang tengah rumah, 7 Juli 2023. Alhamdulillah. Masya Allah, tabarakallah, allahumma baarik ‘alaih.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==