Ironi negeri ini: bicara Indonesia Emas 2045, tapi program literasi justru dikorbankan demi efisiensi. Mengapa selalu begitu?
Mengapa Literasi Tidak Pernah Jadi Prioritas?

Dunia Kata, Dunia Imajinasi

Ironi negeri ini: bicara Indonesia Emas 2045, tapi program literasi justru dikorbankan demi efisiensi. Mengapa selalu begitu?

Ini adalah kegiatan saya yang terakhir sebagai Duta Baca Indonesia. Resminya pada Desember 2025, amanah saya bersama Perpustakaan Nasional RI sebagai Duta Baca Indonesia selesai. Terima kasih buat semuanya.

Sebagai seorang Ibu, betapa berat beban yang ditanggung. Puisi Esai Gen Z Edisi 35/I/ 3 – 10 September 2025: Seorang Ibu Menunggu Anaknya Pulang Karya Natasha Harris mengisahkan tentang demo ke gedung DPR yang berakhir tragis.

Membaca buku Roga Sanghara Bhumi ini seperti bercermin pada retakan dunia—kita menemukan potret diri yang turut menyumbang pada kerusakan itu. Ayo, segera pesan buku ini ke WA 0877 7788 3370.

Review Novel Gelisah Camar Terbang karya Gol A Gong. Cerita tentang Chairul, seorang mahasiswa yang jatuh cinta pada Halimah, seorang TKI. Bisakah cinta mereka bertahan di tengah perbedaan status sosial, masalah keluarga, dan kerasnya kehidupan di Taiwan? Temukan jawabannya dalam review lengkap ini.

Hari-hari belakangan ini kita dibuat terpana dengan omongan wakil rakyat yang mestinya membela rakyat, justru merendahkan rakyat. Pamer kekuasaan dan pamer kekayaan. Mereka memperjuangkan pendapatan mereka sendiri.

Dalam rangka memperingati satu tahun berdirinya, Barisan Pejuang Demokrasi (BAPEKSI) menggelar aksi bersih-bersih sungai secara serentak di berbagai daerah, Minggu (31/8/2025).

Pandangan Raka berubah kosong. Pikirannya melayang ke kenangan tentang ayah dan ibunya, yang tak akan pernah bisa ia gapai lagi, namun tak akan pernah terhapus dari sanubarinya. Perlahan, Raka menyeka air matanya.

Jika aku mengingat masa bergolak itu, ya Allah, patut aku syukuri. Allah SWT memudahkan dan melancarkan segala rencanaku. Aku percaya, jika kita merencanakannya dengan baik dan mewujudkannya dengan ikhtiar dan doa, maka Allah SWT akan selalu berada di sekitar kita.

“Mereka yang Tak Pernah Diizinkan Kembali” adalah semacam ziarah sunyi ke lorong-lorong Jakarta yang pernah jadi saksi lenyapnya para aktivis. Ini tidak hendak membuat museum kata, atau menulis ulang kronologi yang sudah banyak ditulis. Justru sebaliknya: ingin menjelajahi yang tak bisa dicatat. Nikmati Puisi Minggu edisi 34/II/31 Agustus – 7 September 2025: Mereka yang Tak Pernah Diizinkan Kembali Karya Apriansyah Sang Puisi. Jangan lupa, seduh kopimu.

“Mbak kan baca buku saya di ruang publik. Jadi, mbaknya harus bayar royalti. Kecuali kalau mbaknya baca buku saya di ruang private.”

Entah apa yang kupikirkan, aku melompat menyerang bayangan itu. Semua kemarahanku
berubah menjadi energi. Dari dadaku muncul bola berisi kemarahan yang telah kumaafkan,
kemarahan yang selalu ku pendam. Aku mengambil bola itu dan melemparkannya sekuat
tenaga ke arah bayangan.

Buku ini berhasil mengisahkan peristiwa ini dengan cara yang menarik dan memberikan gambaran yang jelas tentang pentingnya sumpah ini dalam sejarah Minangkabau.

Nobar film Tjokrominoto di Pandeglang bukan sekadar menonton, tapi juga ajang diskusi, berbagi pengetahuan, dan memperkuat budaya literasi.

Puluhan siswa SD Terpadu Al Qudwah antusias ikuti pelatihan menulis cerita anak bersama Gol A Gong dan Tias Tatanka.

Nikmati pengalaman belanja bunga di Pasar Bunga Pandu Bandung. Tempat tenang, harga ramah, pilihan bunga beragam untuk segala momen.

Aku merasa inilah kesempatanku traveling Januari-Februari 2026 nanti. Ini bagiku ibarat riset lapangan, menemukan ide-ide segar untuk calon buku-bukuku nanti. Semoga Allah SWT memudahkan segala urusanku ini.