Selama kuliah, aku memang suka membaca cerpen, novel dan puisi. Tak jarang, aku juga sering mengikuti lomba sastra, bermodalkan niat dan hobi saja. Selama itu pula, aku mencari-cari program menulis , untuk mendapatkan ilmu di dunia kepenulisan. Beberapa kali aku ikut kelas menulis online, yaitu KMO, Waktu Indonesia Menulis (WIM), KMK ED Nurlela, dan Zuhairi Misrawi.

Seiring waktu berjalan, 2021. Aku mengikuti Taman Baca Masyarakat (TBM) Hahalaen, yang berada di Pabuaran, Serang. Tak disangka, melalui wasilah TBM tersebut, aku dibawa ke Rumah Dunia, untuk mengikuti acara Nyenyore (agenda tahunan, setiap bulan Ramadhan), yang diisi dengan berbagai diskusi dan bedah buku bersama narasumber yang keren dan asyik.

Rumah Dunia, merupakan tempat yang sudah tidak asing bagiku. Sebab 2012 silam, aku sekolah MTs di pesantren Al-Islam, yang kebetulan jaraknya dekat sekali dengan Rumah Dunia. Pada saat itu, aku melihat bangunan unik yang ada di Rumah Dunia, adalah tempat penting yang tak sembarangan orang bisa masuk ke dalamnya.

Melalui acara tersebut, aku mulai tertarik untuk terjun lebih dalam, menggeluti literasi dan dunia sastra. Tak ketinggalan, aku mulai mengikuti instagram Rumah Dunia, untuk melihat perkembangan dan kegiatan apa saja di dalamnya. Hingga pada akhir tahun 2022, Instagram Rumah Dunia membuat poster pendaftaran Kelas Menulis Rumah Dunia (KMRD) angkatan ke-38.

Momentum tersebut tidak disia-siakan. Secepat kilat, aku daftar lalu mengumpulkan persyaratan yang tertuang dalam poster. Selama mengikuti kelas, aku baru tau juga, ternyata Rumah Dunia memiliki asrama/kamar untuk para relawan, yang ingin mengabdi dan belajar di Rumah Dunia.




