Rasa penasaran itu, kemudian dijawab dengan praktik, aku berusaha mengikuti setiap agenda dan kegiatan yang ada di Rumah Dunia. Ada perasaan senang dan bahagia, saat raga dan jiwa bisa bermanfaat untuk keperluan umat. Hingga pada akhirnya, aku memutuskan untuk daftar menjadi relawan Rumah Dunia.

Rumah Dunia, memiliki ruangan luas, nyaman dan strategis. Tempatnya sangat lega, bisa digunakan untuk berbagai acara dan permainan. Tak jarang, pagi dan sore hari, kita bisa menemukan anak-anak kecil yang berlarian, menaiki ayunan, dan bermain di lapangan Rumah Dunia. Lebih lucunya lagi, Rumah Dunia sering menjadi tempat nongkrong ibu-ibu, untuk sekedar berbagi cerita kehidupan dan mengasuh anak-anaknya.

Dzikir-dzikir para relawan adalah kebersihan. Kita harus menjaga Rumah Dunia agar tetap nyaman dan indah dipandang mata. Maka menyapu halaman, gotong-royong, dan kerja bakti adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Terlebih, kita diajarkan untuk rajin membaca dan menulis, kemudian diskusi bersama. sebab dunia literasi akan redup, jika kegiatan tersebut hilang dari peradaban.

Aku menilai bahwa Rumah Dunia adalah motor literasi di wilayah Banten, bahkan Nasional. Sebab asas dan dasar yang terlihat, adalah memberikan pelayanan literasi kepada umat. Maka ayat pertama yang turun ke bumi, menjadi amal jariyah yang tumbuh bakti dalam sanubari.
Fazri – relawan baru Rumah Dunia, 9 Mei 2023





