Menampilkan: 18 - 34 dari 120 HASIL

Puisi Minggu: Pesan Bapak untuk Gadisnya Karya Arief Santoso

Memang tidak seperti ibu dengan kelembutan tutur kata dan asihnya. Tidak meluapkan secara langsung apa yang dirasakan pada anak ketika bahagia atau sedih, namun peran ayah dalam setiap usahanya hadir dan memberikan wejangan menjadi pelengkap kasih sayang ibu dalam hangatnya keluarga.. Nikmati Puisi Minggu: Pesan Bapak untuk Anak Gadisnya karya Arief Santso, Edisi 41/II/19 – 26 Otober 2025

Puisi Minggu: Cahaya Minangkabau Karya Nilam Cayo

Melalui untaian kata, saya merangkai hikayat tentang raja-raja yang bijaksana, masyarakat yang teguh berpegang pada “adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah.” Setiap larik puisi saya adalah cerminan dari jiwa yang menghormati warisan leluhur, menyalakan obor sejarah, dan menerangi jalan bagi generasi yang akan datang. Selamat menikmati Puisi Minggu; Cahaya Minangkabau karya Nilam Cahyo, Edisi 40/II/12 Okt – 19 Okt 2025.

Puisi Minggu: Tentang Pendidikan Karya Mario D. E. Kali

Puisi Minggu edisi 37/II/21 – 28 September 2025 tentang Pendidikan karya Mario D. E. Kali, seorang guru di wilayah Gugus 1 Inerie, Kabupaten Ngada, NTT. Puisi-puisi ini didedikasikan untuk sosok Ki Hadjar Dewantara, Bapak Pendidikan Bangsa yang terkenal dengan triologinya: Ing Ngarso Sung Tulado, Ing Madya Mangun Karsa dan Tut Wuri Handayani. Semoga amal baik dan perjuangan beliau menjadi teladan bagi pemimpin bangsa hari ini.

Puisi Minggu: Mereka yang Tak Pernah Diizinkan Kembali Karya Apriansyah Sang Puisi

“Mereka yang Tak Pernah Diizinkan Kembali” adalah semacam ziarah sunyi ke lorong-lorong Jakarta yang pernah jadi saksi lenyapnya para aktivis. Ini tidak hendak membuat museum kata, atau menulis ulang kronologi yang sudah banyak ditulis. Justru sebaliknya: ingin menjelajahi yang tak bisa dicatat. Nikmati Puisi Minggu edisi 34/II/31 Agustus – 7 September 2025: Mereka yang Tak Pernah Diizinkan Kembali Karya Apriansyah Sang Puisi. Jangan lupa, seduh kopimu.

Puisi Minggu: Perempuan Merdeka Karya Tias Tatanka

Merdeka! Hari ini tepat Indonesia merdeka. Kita merayakannya setiap tahun. Sekarang usia merdekanya sudah 80 tahun. Bagaimana dengan perempuan Idonesia? Sudah merdeka dari kaum lelaki? RA Kartini sudah berjuang untuk kita. Nikmati Puisi Minggu edisi 32/II/17 Agustus – 24 Agustus 2025. Seduh teh manis hangat di pagi hari. Eh, apakah perempuan boleh menikmati kopi pahit? Bukankah hidupnya sendiri sudah pahit?

Puisi Minggu: Ritual Menulis Puisi Karya El Rui

Saya membuka ritual ini dengan membacai puisi-puisi dari koleksi buku-buku kumpulan puisi dan klipingan puisi yang saya punya. Juga mempelajari apa-apa yang bisa saya pelajari sendiri dan mengulang dan berusaha mengingat kembali apa-apa yang pernah saya dapatkan selama mengikuti Majelis Puisi Rumah Dunia yang ditutori Toto ST Radik pada 2012 lalu. Nikmati Puisi Minggu edisi 30/II/3 Agustus – 10 Agustus 2025: Ritual Menulis Puisi Karya El Rui. Jangan lupa, seduh kopimu.

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==