Kecemasan saya tentang masa depan Banten yang tidak akan jaya terus bergulir. Ketika Firman Venayaksa memusikalisasikan puisi saya ini dengan kelompoknya; Ki Amuk, diproduseri Akang Bagja membuat album berjudul dari puisi saya “Mencari Pelangi”, keraguan itu tetap muncul. Firman menyanyikannya dengan suara rintihan.

Saya makin tercenung saat mendengarkan lagu “Mencari Pelangi” dinyanyikan juga oleh Baehaqi Muhammad dengan suara rintihan ketika “Tur Literasi Anyer – Panarukan” pada Oktober – November 2014. Terasa sekali rintihannya hingga sekarang, bahkan di tahun 2023 ini yang sebentar lagi akan menuju tahun politik 2024.

Itu sudah terbukti. Ketika Atut Chosiyah masuk penjara, anaknya tetap saja menang di Pilkada Baten 2017 sebagai Wakil Gubernur, berpasangan dengan Wahidin Hlim, mengalahkan pasangan yang didukung gerakan perubahan ; Rano Karno – Embay Mulya Syarief! Di Tangerang Selatan juga, keponakan atut jadi Wakil Walikota.

Di Banten sudah terasa. Ketika Ratu Atut dan adiknya – Wawan, dikeluarkan dari penjara pada 2022 – setelah sekitar 5 tahun dipenjara karena korupsi. Sekarang terasa dinasti Atut hidup lagi. Itu tampak ketika baligo Airin – istri Wawan – bermunculan di sudut-sudut pelosok Banten untuk Gubernur Banten 2024.
Jangan-jangan, Banten hanya untuk sekelompok orang saja!
*) Serang 20 Mei 2017 – Mei 2023


